Sempat Erupsi, Operasional Bandara Bali Dipastikan Aman

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Senin, 02/07/2018 09:45 WIB
Sempat Erupsi, Operasional Bandara Bali Dipastikan Aman AP I memastikan keamanan operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, setelah erupsi Gunung Agung pada pagi hari ini. (AFP PHOTO/Juni Kriswanto).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Angkasa Pura I (Persero) memastikan keamanan operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, setelah erupsi Gunung Agung pada pagi hari ini, Senin (2/7).

Dalam rentang waktu pukul 06.19 - 06.55 WITA, Gunung Agung diketahui erupsi sebanyak tiga kali.

"Bandara aman karena abu vulkanik mengarah ke barat," ujar Kepala Bidang Humas AP I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim, seperti dilansir Antara.


Ia menuturkan operasional penerbangan masih sesuai dengan jadwal, meski erupsi susulan di gunung mencapai ketinggian 3.142 meter di atas permukaan laut.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mencatat pukul 06.19 WITA terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu teramati pada ketinggian sekitar 2.000 meter di atas puncak.

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 18 mm dan durasi kurang lebih 3 menit 47 detik," kata Kepala PVMBG Kasbani.


Kemudian, erupsi susulan terjadi pada pukul 06.41 WITA dan 06.55 WITA dengan tinggi kolom abu masing-masing teramati setinggi kurang lebih 1.000 meter di atas puncak dan kurang lebih 700 meter di atas puncak.

Kedua erupsi susulan itu, lanjut Kasbani, terekam di seismogram masing-masing dengan amplitudo maksimum 18 mm dan 20 mm dengan durasi kurang lebih 2 menit 11 detik dan 2 menit 38 detik.

Berbeda dengan erupsi sebelumnya, yaitu pada Rabu (27/6) sekitar pukul 22.21 WITA, Gunung Agung erupsi dengan mengeluarkan gas dan abu tipis yang terjadi terus menerus.


Kondisi itu mengakibatkan Bandara Ngurah Rai ditutup sementara karena ruang udara tertutupi sebaran abu vulkanik pada Jumat (29/6) mulai pukul 03.00 hingga dibuka kembali pukul 14.30 WITA.

Akibat penutupan sementara yang berlangsung selama sekitar 11,5 jam itu, sebanyak 318 penerbangan dengan total 26.862 penumpang terkena dampak batal berangkat.

Jumlah itu terdiri dari 203 penerbangan domestik dengan 13.958 penumpang dan 115 penerbangan internasional dengan penumpang 12.904 penumpang.


Saat ini, Gunung Agung berada pada status level III (siaga) dengan rekomendasi masyarakat hingga wisatawan tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di zona perkiraan bahaya, yaitu di seluruh area di dalam radius 4 kilometer dari kawah puncak.

"Zona perkiraan bahaya, sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan terbaru di gunung yang disucikan umat Hindu itu," tandasnya.


(bir)