Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan hal ini tercermin dari hasil survei yang dilakukan bank sentral nasional kepada dunia usaha yang dilakukan belum lama ini.
"Survei kami kepada pengusaha, sebagian besar hasil survei kami lebih memilih mengurangi margin dan menambah efisiensi," ujar Perry di Kompleks Gedung BI, Kamis (27/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Perry, hal ini juga lantaran ekspektasi kurs rupiah di kalangan dunia usaha masih terjaga rendah sejalan dengan kebijakan moneter BI dan kebijakan fiskal pemerintah. "Depresiasi rupiah saat ini juga masih relatif terjaga," imbuhnya.
Berdasarkan data BI, depresiasi rupiah secara bulanan pada Agustus 2018 tercatat sebesar 1,05 persen. Sedangkan depresiasi secara tahun berjalan pada Januari-September 2018 mencapai 8,97 persen.
Namun, secara menyeluruh, ia mengklaim hal itu tak akan membuat inflasi meningkat drastis sampai akhir tahun ini. Ia memperkirakan inflasi akan sesuai dengan target BI di rentang 2,5-4,5 persen.
"Bahkan pantauan kami diperkirakan akan ada deflasi pada bulan ini, sampai minggu kedua September 2018 deflasi sebesar 0,04 persen. Jadi sampai akhir tahun inflasi akan di bawah 3,5 persen," pungkasnya.
Sementara di pasar spot, rupiah berada di posisi Rp14.922 per dolar AS. Sedangkan kurs referensi BI, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di Rp14.919 per dolar AS. (uli/agi)