Pertamina Kirimkan 13 Mobil Tangki ke Palu dan Donggala

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 02/10/2018 18:12 WIB
Pertamina Kirimkan 13 Mobil Tangki ke Palu dan Donggala Ilustrasi tangki BBM. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina (Persero) mengirimkan bantuan sarana distribusi berupa 13 tangki untuk membantu penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) pasca gempa di Palu, Sulawesi Tengah, untuk membantu penyaluran ke masyarakat. Bantuan berupa 12 mobil tangki BBM, satu mobil tangki Avtur dan 26 orang Awak Mobil Tangki.

General Manager Marketing Operation Region III (GM MOR III)Pertamina Erry Widiastono menyebutkan seluruh sarana itu akan dikirim dari Jakarta menggunakan kapal hari ini, Selasa (2/10).

Mobil tangki yang diberangkatkan berasal dari beberapa Terminal BBM yang ada di wilayah MOR III yaitu Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Dia berharap bantuan ini membuat penyaluran BBM di Sulawesi semakin lancar.



"Jadi ada yang dari TBBM di Ujung Berung, Padalarang, Balongan hingga Tasik. Mobil tangki ini akan dikirim ke Makassar dan Pare-Pare menggantikan mobil tangki di sana yang sudah dikirim membantu Sulawesi Tengah," ujarnya seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (2/10).

Sebelumnya, perseroan juga telah mengirimkan empat unit mobil tangki kapasitas 5KL tujuan Palu pada Senin (1/10). Sehari sebelumnya, Pertamina MOR III juga telah mengirimkan beberapa perlengkapan distribusi yaitu 22 dus pompa engkol, 2 box nozzle dan 20 buah selang BBM.

Dalam kesempatan berbeda, Pertamina Marketing Operation Region VII mengirimkan pasokan Solar sebanyak 4000 liter Solar ke Palu, Senin (1/10).


Unit Manager Communication and CSR MOR VII Roby Hervindo menyatakan pasokan Solar dikirim menggunakan Pesawat Air Tractor tipe AT 802 dari Bandara Juwata Tarakan, Kalimantan Utara.

Pesawat yang dioperasikan oleh PT Pelita Air Service itu akan menyokong bantuan operasional pemulihan pasca bencana alam gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.

Dia mengatakan pasokan solar tersebut dikirim dari TBBM Tarakan, Kalimantan Utara, sebagai bentuk aksi tanggap darurat Pertamina dalam upaya memaksimalkan pendistribusian BBM di wilayah tersebut.

(lav/bir)