Pertamina Salurkan 32.500 Liter BBM untuk Tangani Gempa Palu

Tim, CNN Indonesia | Senin, 01/10/2018 11:09 WIB
Pertamina Salurkan 32.500 Liter BBM untuk Tangani Gempa Palu Korban gempa dan tsunami Palu mengambil BBM dari tangki penyimpanan bahan bakar di SPBU, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina (Persero) berupaya untuk meningkatkan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya solar ke rumah sakit , PLN dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar penanganan korban gempa bumi dan tsunami di Donggala serta Palu bisa maksimal.

Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region VII Pertamina Roby Hervindo mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan industri untuk mendatangkan mobil tangki pengangkut BBM.

"Saat ini sudah tersalurkan 1.500 liter untuk Rumah Sakit Undatu, Palu, 2.000 liter untuk Kantor PLN Area Palu dan 5.000 liter untuk Posko Basarnas Palu," katanya dalam pernyataan yang dikeluarkan Senin (1/10).



Pasokan solar juga dikirim ke Rumah Sakit Parigi. Roby mengatakan jumlah solar yang dikirim ke rumah sakit tersebut mencapai 2.000 liter dan premium sebanyak 2.000 liter

Selain pasokan tersebut, guna meningkatkan pasokan BBM ke wilayah terdampak gempa dan tsunami Donggala dan Palu, Roby mengatakan saat ini Pertamina juga melakukan pengisian ke Kapal SAR Kendari sebanyak 20 ribu liter via Terminal BBM Poso. Kapal tersebut saat ini tengah dalam perjalanan.

Pertamina juga telah berkoordinasi dengan Bekang Kodam Merdeka untuk pengambilan BBM di Bitung dan Gorontalo untuk selanjutnya dibawa tim Kodam ke Palu. "Kami berupaya agar seluruh pihak bisa mendapatkan pasokan solar, namun tetap prioritas pada layanan kemanusiaan agar penanganan korban dan pemulihan paska gempa teratasi," katanya. 


Gempa dan Tsunami Jumat (28/9) lalu melanda Donggala dan Palu. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan sampai dengan Minggu (30/9) kemarin bencana tersebut telah mengakibatkan 832 orang meninggal dunia ratusan lainnya luka-luka dan ribuan masyarakat mengungsi.

Roby mengatakan berdasarkan data yang dimilikinya, di Rumah Sakit Undata terdapat 200 korban gempa dan tsunami. Sebagian besar korban gempa tersebut mengalami patah tulang. (agt/agt)