Pemerintah Bentuk Pusat Logistik Peralatan Penanganan Gempa

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 03/10/2018 08:28 WIB
Pemerintah Bentuk Pusat Logistik Peralatan Penanganan Gempa Ilustrasi gempa Palu. (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah bakal menyiapkan pusat logistik di sejumlah lokasi di Indonesia untuk menempatkan peralatan yang diperlukan jika terjadi gempa. Hal itu dilakukan untuk mempercepat mobilisasi peralatan penanganan gempa seperti alat berat, alat pemurni air, dan tenda-tenda.

"Jadi kalau ada apa-apa peralatan bila langsung dimobilisasi," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di kantornya, Selasa (2/10).

Dalam Rapat Terbatas dengan Presiden Joko Widodo hari ini, Luhut memaparkan bahwa Indonesia memiliki banyak titik gempa karena berada di lempeng vulkanik. Namun, bukan berarti masyarakat perlu takut dan panik.

Selama ini, masyarakat belum mendapatkan sosialisasi yang optimal terkait penanganan saat menghadapi gempa. Padahal, gempa bisa terjadi kapan saja di Bumi Pertiwi.


Untuk itu, pemerintah sudah seharusnya mengantipasi kejadian gempa lebih baik. Salah satunya dengan menyiapkan lokasi peralatan menghadapi dampak gempa.

Lokasi pusat logistik yang dipilih adalah daerah-daerah yang tidak berada di titik gempa seperti Surabaya, Medan, Lampung, Makassar dan Kalimantan.

Distribusi peralatan ke daerah yang mengalami gempa nantinya bisa dikoordinir oleh Tentara Nasional Republik Indonesia berkerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan lembaga terkait.

"Desain rumah juga disesuaikan (dengan potensi gempa)," ujarnya.


Lebih lanjut, Luhut mengungkapkan Indonesia akan memaparkan strategi penanganan gempa di Indonesia dalam Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional - Bank Dunia 2018 di Bali bulan ini.

"Kami akan bawa (rencana pusat logistik) ke Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia. Nanti jadi model. Negara di dunia yang kayak gini (rentan gempa) kan ada Chili, Jepang dan sebagainya," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan upaya evakuasi korban gempa di Palu dan Donggala, Sulawasi Tengah terhambat oleh terbatasnya ketersediaan alat berat. Karenanya, pemerintah meminta kontraktor yang tengah mengerjakan proyek-proyek di sekitar lokasi gempa untuk membantu mobilisasi alat berat ke daerah terdampak.


(sfr/agi)