Gelaran IMF-WB Diproyeksi Jadi Penopang IHSG Awal Pekan

Tim, CNN Indonesia | Senin, 08/10/2018 07:26 WIB
Gelaran IMF-WB Diproyeksi Jadi Penopang IHSG Awal Pekan Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Agenda pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-World Bank) diproyeksikan akan memberi sentimen positif terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menjelaskan mayoritas pelaku pasar cukup optimistis pemerintah bisa menyelenggarakan acara tahunan itu dengan lancar.

"Korelasinya optimisme pelaku pasar akan keberhasilan pemerintah dalam penyelenggaraan IMF-WB di Bali," tutur Nafan kepada CNNIndonesia.com, Senin (8/10).



Seperti diketahui, gelaran IMF-WB dimulai pada 8-14 Oktober 2018 di Nusa Dua, Bali. Sebelumnya, sebagian pihak menyangsikan gelaran IMF-WB dapat berlangsung di Bali usai erupsi Gunung Agung beberapa waktu lalu.

Dalam IMF-WB, pemerintah Indonesia akan banyak melakukan rapat dengan berbagai pejabat di beberapa negara dan mempromosikan kekayaan Indonesia melalui Indonesia Pavillion. Di lokasi tersebut, pengunjung bisa menyaksikan pameran seni dan kerajinan tangan, booth pariwisata, dan booth infrastruktur.

Dari global, lanjut Nafan, pergerakan IHSG masih akan bergantung pada kelanjutan episode perang dagang antara Amerika Serikat dan China dan potensi kenaikan suku bunga acuan The Fed pada Desember 2018 mendatang.


"Rentang IHSG pekan ini di level 5.620-5.980," jelas Nafan.

Sementara itu, Kepala Riset Paramitra Alfa Sekuritas Kevin Juido mengatakan tingkat inflasi negara Paman Sam yang akan dirilis pada pekan ini juga mempengaruhi pelaku pasar dalam bertransaksi di pasar saham.

"Inflasi ini pengaruhi The Fed juga nantinya apakan benar akan menaikkan suku bunga acuan lagi," ujar Kevin.

Di sisi lain, ia berharap laporan keuangan emiten per kuartal III 2018 sudah mulai rilis sehingga bisa menopang pergerakan indeks yang sedang melemah seiring dengan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

"Ada kemungkinan IHSG sideways dulu pekan ini, karena level nya saat ini juga sudah bottom (terbawah)," jelas Kevin.


Melihat kondisi seperti ini, Kevin meramalkan IHSG pekan ini bergerak dalam rentang support 5.672 dan resistance 5.930.

Informasi saja, nilai tukar rupiah saat ini berada di area Rp15 ribu per dolar Amerika Serikat. Sementara itu, IHSG pekan lalu anjlok 4,09 persen ke level 5.731 dari pekan sebelumnya yang masih berada di level 5.976.

Bersamaan dengan IHSG, bursa saham Wall Street juga melemah akhir pekan lalu. Rinciannya, Dow Jones turun 0,68 persen, S&P500 turun 0,55 persen, dan Nasdaq Composite turun 1,16 persen. (aud/lav)