AS Kawal Liberia Atasi Skandal Hilang Uang Negara Rp1,5 T

CNN Indonesia | Jumat, 12/10/2018 03:50 WIB
AS Kawal Liberia Atasi Skandal Hilang Uang Negara Rp1,5 T Foto: REUTERS/Thierry Gouegnon
Jakarta, CNN Indonesia -- Duta Besar Amerika Serikat untuk Liberia telah meminta penyidik di negara Afrika bagian Barat itu untuk menginvestigasi proses hilangnya US$104 juta dalam uang yang baru dicetak atau senilai 5 persen Produk Domestik Bruto (PDB).

Skandal mata uang telah memicu kemarahan dan kebingungan di Liberia. Terlebih, ketika Bank Sentral Liberia membantah laporan dari Menteri Informasi bahwa uang tunai yang setara Rp1,5 triliun itu telah raib tak tersisa.

Pada akhir September, pemerintah mengatakan meminta bantuan AS untuk menyelidiki keberadaan uang tersebut. Dalam hal ini, Washington telah bekerja dengan pemerintah Liberia mengenai isu transparansi dan tata kelola fiskal di masa lalu.


Dilansir dari Reuters, Kedutaan Besar AS mengatakan telah meminta pihak-pihak yang terkait dengan penyelidikan untuk menetapkan fakta-fakta dasar dari kasus tersebut. Tak hanya itu, AS juga meminta menentukan misi yang lebih luas.

"Laporan seperti itu akan menjadi cara yang paling efektif dan kredibel untuk menentukan skala masalah dengan cepat," katanya,

Selain itu, Ia mengatakan bahwa hasil penyelidikan akan diumumkan kepada publik. Maka, warga Liberia diharapkan besabar dalam menghadapi kasus ini.


Sebagai informasi, skandal ini telah menjadi masalah krisis politik terbesar bagi George Weah sejak ia menjabat sebagai Presiden Liberia pada Januari 2018. Weah telah meminta dilakukan penyelidikan, bahkan lebih dari 30 mantan pejabat bank dilarang untuk meninggalkan Liberia.

Pada awal Oktober, Gubernur Bank Sentral Nataniel Patray mengatakan audit internal bank terkait menemukan bahwa semua catatan yang dikirim dari Swedia antara tahun 2016 dan 2018 benar-benar dicatat dan disimpan dalam brankas cadangan bank.




(mjs/lav)