Tingkat Pengangguran AS Terendah dalam 48 Tahun Terakhir

AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 06/10/2018 13:16 WIB
Tingkat Pengangguran AS Terendah dalam 48 Tahun Terakhir Pemerintah Amerika Serikat menyatakan tingkat pengangguran turun hingga ke titik terendah dalam 48 tahun terkahir. (REUTERS/Win McNamee/Pool)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tingkat pengangguran di Amerika Serikat pada September berada di titik terendah sejak Desember 1969, atau dalam 48 tahun terakhir, meski penciptaan lapangan pekerjaan melambat, demikian dilaporkan pemerintah AS pada Jumat (5/10).

Sebulan jelang pemilihan anggota Kongres AS, hasil ini akan membuat Presiden Donald Trump senang. Sebelumnya dia juga pernah mengklaim pujian atas ekspansi ekonomi AS, meski saat ini Partai Republik mendapatkan sorotan dari para pemilih.

September ini tingkat pengangguran turun hingga ke angka 3,7 persen dari semula 3,9 persen, dan disebut Departemen Tenaga Kerja sebagai penurunan besar yang tidak biasa.

Namun, dengan tingkat pengangguran yang lebih rendah, pekerja di luar sektor pertanian hanya memiliki tambahan 134 ribu posisi baru, lebih lemah dari yang diperkirakan para pengamat.


Badai Florence yang menerpa sejumlah daerah AS pada 14 September menyebabkan gangguan pada sejumlah rumah dan juga lapangan pekerjaan, tapi tidak dimungkinkan untuk mengukur seberapa besar hal ini mempengaruhi jumlah lapangan pekerjaan yang berkurang pada September, demikian ujar pemerintah.

Para pengamat semula memperkirakan akan muncul perlambatan pada penambahan jumlah lapangan pekerjaan, menjadi hanya 184 ribu, dari semula 270 ribu pada Agustus ini, karena Badai Florence.

Data pertambahan posisi baru pada Juli dan Agustus sendiri direvisi dan bertambah 87 ribu dari laporan semula.

"Kami bersiul, kami hanya bersiul," kata penasehat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow, kepada reporter. "Ekonomi kami berlari dengan kecepatan penuh."

Kudlow juga menyatakan pertumbuhan ekonomi bisa menjaga tingkat pertumbuhan lapangan pekerjaan.

Angka penambahan lapangan pekerjaan ini muncul setelah firma swasta ADP menyatakan bahwa jumlah pegawai baru yang dikontrak meningkat hingga 230 ribu pada September. Namun laporan-laporan ini bisa memiliki data yang berbeda karena cara pengukuran yang berbeda pula.

Pengamat ekonomi dari S&P Global, Satyam Panday, menyatakan bahwa rataan penciptaan lapangan pekerjaan mencapai 190 ribu, di bawah rataan tahun lalu yaitu 201 ribu.

Namun, menurut Panday, hal ini masih dikategorikan mengesankan mengingat kondisi ekspansi saat ini yang berada di tingkat jenuh.

Mengingatkan Pada Era Nixon

Partisipasi angkatan kerja sendiri berada di angka stabil 62,7 persen, sementara jumlah pengangguran turun 270 ribu orang menjadi enam juta. Kelompok masyarakat yang menyumbang penurunan jumlah pengangguran terbesar adalah wanita dewasa.

Upah per-jam meningkat 0,3 persen bulan ini, dan juga lebih tinggi 2,8 persen dari bulan yang sama tahun lalu, dan setingkat di atas inflasi.

Lapangan pekerjaan yang bertambah signifikan terjadi di sektor kesehatan, yaitu mencapai 26 ribu, sementara transportasi dan logistik mencapai 24 ribu, dan konstruksi mencapai 23 ribu.

Dengan tingkat pengangguran pada rataan yang belum pernah terjadi sejak Richard Nixon menjabat sebagai presiden, laporan ekonomi September juga menjadi dukungan atas keputusan Bank Sentral AS terus menaikkan tingkat suku bunga.

Pasar terus memperkirakan The Fed akan kembali menaikkan tingkat suku bunga pada Desember, tapi beberapa pengamat menyatakan bahwa pasar belum mempertimbangkan langkah The Fed pada tahun depan yaitu tiga kali lagi menaikkan suku bunga, sehingga berpotensi menimbulkan keterkejutan.

Terakhirnya kalinya tingkat pengangguran di AS sedemikian rendah adalah saat sebelum terjadinya kesusahan ekonomi selama satu dekade akibat naiknya harga-harga dan upaya untuk mengendalikannya.

Namun saat ini peningkatan upah pekerja berada di level yang moderat. Meski hal ini membingungkan para pengamat, hal ini membuat The Fed bisa melanjutkan kebijakan secara bertahap.

Banyak pengamat juga memperkirakan bahwa tingkat pengangguran akan terus turun hingga akhir tahun nanti, sehingga muncul tekanan pada upah dan harga.

"Tidak ada satu orang pun di The Fed yang berpikir bahwa mempertahankan tingkat pengangguran di level tiga persen memungkinkan," ujar Ian Shepherdson dari Pantheon Macroeconomics.

Sebagai hasilnya, The Fed diyakini akan terus mempertahankan rencana awal mereka yaitu meningkatan suku bunga empat kali hingga akhir tahun depan.
(vws)