Koordinator Gerak Lawan Muhammad Reza Sahid menyatakan IMF dan Bank Dunia adalah dua lembaga yang kehadiran tidak memberikan keuntungan bagi rakyat dunia.
"IMF adalah sebuah kenihilan, kesia-siaan yang hakiki atas kontribusinya bagi kesejahteraan masyarakat dunia. Tak ada hal siginifikan yang berguna dilakukannya selama lembaga ini eksis di muka bumi. Yang miskin tetap saja miskin, malah makin miskin. Kedaulatan negara digerogoti," tuturnya dalam siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada, Koordinator Internasional La Via Campesina Zaninal Arifin Fuad turut menuding IMF dan Bank Dunia terlibat dan berperan dalam menganulir makna reforma agraria. Menurutnya, reforma agraria yang dikemukakan Bank Dunia dan IMF berbasis pasar dan bukan yang diinginkan komunitas petani.
"Memang 70 persen pendapatan daerah di Bali berasal dari pariwisata, Di sisi lain, Bali kehilangan 800 - 1000 hektar lahan setiap tahunnya," paparnya.
Selain itu, terdapat beberapa penolakan kebijakan Bank Dunia dan IMF lainnya yang dilakukan oleh Gerak Lawan seperti, pembagunan NYIA (New Yogyakarta International Airport), perampasan laut dari industri pariwisata dan pembagunan infrastruktur kawasan ekonomi di Bintan-Kepulauan Riau, dan juga proyek-proyek raksasa lainnya yang terkait dengan energi dan pertambangan.
Hingga kini, Gerak Lawan sudah memiliki 10 ribu partisipan di 25 wilayah yang melibatkan 15 organisasi dengan 32 Agenda. (mjs/mjs/agi)