KPPI menemukan adanya indikasi awal lonjakan impor tersebut telah mengancam dan merugikan industri dalam negeri. Indikasi kerugian tersebut tercermin dari penurunan kinerja industri aluminium foil belakangan ini.
"Kerugian serius terlihat dari indikator kinerja industri pada periode 2015-2017," katanya seperti dikutip dari Antara, Jumat (12/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun kemarin, impor aluminium foil naik 21 persen menjadi 37.998 ton. Secara negara, data BPS menunjukkan impor aluminium foil kebanyakan datang dari China.
Selain dari China, impor juga datang dari Korea Selatan dan Jepang. Atas lonjakan impor tersebut, Asosiasi Produsen Aluminium Extrusi serta ALuminium Plate, Sheet & Foil (APRALEX Sh & F) mengadu ke KPPI.