Masa Pameran Indonesia Pavilion Akan Diperpanjang

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 13/10/2018 08:53 WIB
Masa Pameran Indonesia Pavilion Akan Diperpanjang Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana memperpanjang masa pameran galeri Indonesia Pavilion. (CNN Indonesia/Dinda Audriene Muthmainah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana memperpanjang masa pameran galeri Indonesia Pavilion, untuk memberi kesempatan masyarakat umum masuk ke Indonesia Pavilion.

Semula pameran tersebut hanya akan digelar pada 8-14 Oktober 2018, atau selama agenda tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-WB) berlangsung.

Staf Khusus I Menteri BUMN, Sahala Lumban Gaol, mengatakan sejak hari pertama Indonesia Pavilion dibuka pada Senin (8/10), pengunjung yang bisa masuk hanyalah delegasi dan peserta IMF-WB.


Hal ini dikarenakan Indonesia Pavilion terletak di area pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua dan masyarakat yang tak memiliki tanda pengenal peserta IMF tak diperkenankan masuk.

"Publik yang lain juga harus tau bagaimana capaian Indonesia dan perkembangan ekonomi Indonesia," kata Sahala kepada CNNIndonesia.com.

Namun, pihak Kementerian BUMN sejauh ini belum bisa memastikan waktu perpanjangan pameran tersebut.

Selain itu, pemerintah juga bertekad membuat galeri serupa di berbagai tempat, misalnya Yogyakarta dan Mandalika. Ia mencontohkan untuk di Yogyakarta kemungkinan besar akan berada di kawasan Candi Borobudur.

"Nantinya Indonesia Pavilion ini akan jadi showcase yang dibina oleh Kementerian BUMN," ujar Sahala.

Sebagai informasi, Indonesia Pavilion merupakan galeri yang menyimpan beragam produk Indonesia, seperti kain batik yang berasal dari berbagai daerah, kerajinan tangan, lukisan, hingga informasi mengenai perkembangan ekonomi Indonesia.

Pameran tersebut diikuti sejumlah BUMN dan melibatkan sekitar 150 usaha mikro kecil menengah (UMKM) dari 64 pemerintah kabupaten/kota di Indonesia untuk memamerkan hasil karyanya.

Selain itu, khusus untuk ajang IMF-Bank Dunia, pemerintah juga memamerkan beberapa proyek infrastruktur di Indonesia, seperti jalan tol, serta beragam transportasi yang diproduksi langsung di Indonesia, seperti kereta api yang dibuat oleh PT INKA (Persero).

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde yang datang ke Indonesia Pavilion pada Rabu (10/10), mengatakan dirinya terkesan dengan pameran tersebut.

"Benar-benar mengesankan dengan kerajinan, teknologi dan pariwisatanya sangat bagus," ujar Lagarde. (vws)