Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan dampak ekonomi yang dimaksud berupa pembangunan infrastruktur, peningkatan di sektor sektor pariwisata dan sektor riil, serta penambahan peredaran uang.
"IMF-WB Annual Meeting bukan semata-mata pertemuan internasional yang memperkuat posisi Indonesia di kancah dunia, tapi juga mampu menggerakkan ekonomi daerah. Itu tak hanya Bali, Banyuwangi juga mendapat berkah ekonominya," ujar Abdullah kepada Antara, dikutip Senin (15/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, pengelola bandara PT Angkasa Pura II (Persero), juga disebut-sebut mengucurkan dana yang besar untuk memperluas apron, serta melakukan penebalan dan perpanjangan landasan Bandara Banyuwangi.
Selain infrastruktur, Banyuwangi mendapat berkah di sektor perdagangan, yakni menyuplai beragam produk kebutuhan untuk para delegasi seluruh dunia.
Selama ini, katanya, Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) Banyuwangi selalu memasok berbagai kebutuhan ke Bali secara rutin, mulai produk pertanian, garmen, sampai suvenir. Dengan adanya Pertemuan IMF-World Bank, pemesanan barang dari Bali bertambah dibanding biasanya.
Belum lagi, katanya, Banyuwangi juga menjadi titik pengumpul dari berbagai kebutuhan pendukung ajang IMF-World Bank yang diikuti lebih dari 30 ribu delegasi dari seluruh dunia itu. Selain dari Banyuwangi, kebutuhan para peserta dipasok dari berbagai kota di Jawa, mulai transportasi sampai properti kegiatan.
"Mayoritas di antaranya berhenti di Banyuwangi satu-dua hari sebelum melanjutkan pengiriman ke Bali. Ini ikut berkontribusi meningkatkan peredaran uang di daerah kami," ujar Anas.
Tak hanya itu, ia menambahkan, para panitia penunjang dan sejumlah delegasi juga telah merencanakan untuk berlibur di Banyuwangi. (lav/bir)