DPR Pertanyakan Alasan Kenaikan Harga Premium Dibatalkan

ulf & Tim, CNN Indonesia | Senin, 15/10/2018 23:33 WIB
DPR Pertanyakan Alasan Kenaikan Harga Premium Dibatalkan Ilustrasi harga Premium. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memanggil pemerintah guna mengetahui alasan di balik pembatalan kenaikan harga Premium. Pemerintah sebelumnya menarik keputusan menaikkan harga Premium tak lama setelah Menteri ESDM Ignasius Jonan mengumumkan kebijakan tersebut.

Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Maman Abdurahman mempertanyakan alasan Pemerintah membatalkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium. Padahal, menurutnya, kenaikan harga Premium adalah kebijakan yang tepat.

"Yang saya ingin saya tanyakan atas dasar apa dibatalkan kembali," kata Maman di Gedung DPR, Senin (15/10).


Maman mengatakan harga Premium yang murah menghalangi minat masyarakat menggunakan Energi Baru Terbarukan (EBT). Kenaikan harga Premium kemarin, menurutnya, sebenarnya adalah momentum tepat untuk menggenjot penggunaan bahan bakar dari sumber energi terbarukan.


"Saya meyakini selama harga Premium masih rendah, pasti yang namanya Bioethanol, Biosolar, tidak akan mungkin mampu (bersaing)," katanya.

Wakil Komisi VII DPR Ridwan Hisjam juga ikut mempertanyakan batalnya kenaikan harga Premium. Ia menyebut pengumuman kenaikan harga Premium yang lantas dibatalkan dalam kurun waktu kurang dari satu jam menunjukkan keteledoran Pemerintah.

"Pengumuman kenaikan BBM itu keteledoran dari kementerian ESDM, bagaimanapun karena sudah keluar dari mulut Menteri ESDM. Kenapa ada pernyataan rencana naik jam 18.00 WIB," ujar Ridwan dalam kesempatan yang sama.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto tak memberikan alasan yang jelas terkait pembatalan tersebut. Ia hanya menyebut yang dilakukan pemerintah bukan membatalkan kenaikan harga Premium, karena masih berupa rencana.


"Menurut saya ini sebetulnya baru rencana, mau dinaikkan jam 18.00 WIB. Jadi belum dinaikkan, baru rencana. Sebelum jam 18.00 WIB, rencananya tidak jadi," jelasnya.

Menteri ESDM Ignasius Jonan sempat mengumumkan kenaikan Premium dari Rp6.550 menjadi Rp7 ribu per liter di wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali). Sementara, untuk harga jual Premium di luar Jamali naik dari Rp6.400 menjadi Rp6.900 per liter.

Jonan memberitahukan kenaikan Premium di sela-sela pertemuan tahunan Dana Moneter Dunia dan Bank Dunia 2018 (Annual Meeting IMF-WB 2018) di Nusa Dua, Bali pada Rabu (10/10). Ia menyebut harga baru Premium langsung berlaku hari Rabu pukul 18.00 WIB.

Belum genap satu jam setelah pengumuman, Kementerian ESDM malah menunda kenaikan Premium yang baru dideklarasikan Jonan. Harga Premium pun urung dinaikkan. (agi)