Di kawasan Asia, rupiah berada di zona hijau bersama mayoritas mata uang, seperti won Korea Selatan yang menguat 0,56 persen, peso Filipina 0,15 persen, dan dolar Singapura 0,12 persen.
Rupiah juga searah dengan baht Thailand yang menguat 0,05 persen dan ringgit Malaysia yang 0,02 persen. Di Asia, hanya yen Jepang dan dolar Hong Kong yang melemah masing-masing 0,1 persen dan 0,02 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Surplus Neraca Dagang akan Topang IHSG |
Pelemahan tersebut disebabkan oleh bayang-bayang sentimen dari AS. "Yield (imbal hasil) surat utang AS bertenor 10 tahun yang tengah naik lagi dari sekitar 3,15 persen ke atas, akan membuat potensi pelemahan rupiah lebar," ujar Dini kepada CNNIndonesia.com, Selasa (16/10).
"Data penjualan AS diperkirakan di bawah ekspektasi, diharapkan ini dapat mengurangi kenaikan dolar AS, sehingga membuat rupiah berkesempatan kembali menguat," pungkasnya.