Saham Induk Usaha Meikarta Rontok 69 Persen Sepanjang Tahun

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 16/10/2018 18:33 WIB
Saham Induk Usaha Meikarta Rontok 69 Persen Sepanjang Tahun Sejumlah perusahaan yang tergabung dalam entitas Grup Lippo mengalami kemerosotan harga saham pada perdagangan sepanjang hari ini, Selasa (16/10). (CNN Indonesia/ Hesti Rika)>
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah perusahaan yang tergabung dalam entitas Grup Lippo mengalami kemerosotan harga saham pada perdagangan sepanjang hari ini, Selasa (16/10). Bahkan, dalam periode sepanjang tahun ini, harga saham melorot hingga level 60 persen.

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menilai penyebaran informasi terkait dugaan suap perizinan proyek Meikarta di berbagai media memberi sentimen negatif bagi pergerakan saham entitas Grup Lippo yang lain.

Salah satu entitas yang terafiliasi langsung dengan proyek Meikarta, PT Lippo Cikarang Tbk mengalami penurunan harga saham hingga 13,36 persen ke level Rp1.200 pada penutupan perdagangan, dari penutupan perdagangan kemarin Rp1.385.



Emiten berkode saham LPCK mengalami penurunan harga saham mencapai 69 persen sepanjang 2018 dari semula di level Rp3.150.

Saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) melorot 5,52 persen atau 16 poin ke level Rp274 dari semula Rp290. Sejak periode awal 2018, harga saham LPKR sudah tergerus 61,9 persen dari semula Rp482.

Korporasi di sektor ritel, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) merosot hingga 2,37 persen menjadi Rp165 dari penutupan perdagangan kemarin Rp169. Berdasarkan imbal hasil tahun berjalan, MPPA mengalami kemerosotan saham cukup tajam sebesar 74,8 persen dari level Rp454.

Harga saham PT Siloam International Hospitals Tbk menyusut 4,76 persen menjadi Rp2.400 dari semula Rp2.500. Sedangkan, harga saham PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) naik tipis 1,43 persen atau 50 poin ke level Rp3.550 dari semula Rp3.500.


Saham PT Lippo Securities Tbk (LPPS) melemah 4,04 persen menjadi Rp95 dari semula Rp99. Harga saham LPPS mengalami penurunan 4 persen sepanjang tahun.

Harga saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) anjlok hingga 31,6 persen ke level Rp765 dari semula Rp790. Harga saham meningkat hingga 35,7 persen dari level Rp675 awal tahun ini.

Kendati demikian, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) justru menguat 0,83 persen atau 50 poin ke level Rp6.050 dari penutupan perdagangan kemarin Rp6.000. Kendati demikian, imbal hasil sepanjang 2018 tercatat -34 persen dari level Rp10.675.

"Karena ini kan kasus hukum, imbasnya bisa jelek. Pelaku pasar biasanya kalau terkait dengan kasus hukum reaksinya akan negatif, karena diasumsikan akan mengganggu kinerjanya," tutur Reza kepada CNNIndonesia.com, Selasa (16/10).


Menurut dia, manajemen perusahaan harus segera membuka diri dan memberi keterangan terkait persoalan yang menjerat saat ini. Terutama terkait keterlibatan perusahaan dengan kasus hukum, dan langkah perbaikan yang akan dilakukan di masa mendatang.

"Kalau soal kinerja, tergantung arah manajemen. Apakah ada tindak lanjut dari manajemen untuk perbaikan ke depannya, dan tergantung pula dari permintaan atas properti," jelasnya.

Gurita bisnis Lippo Group digerakkan oleh beberapa unit usaha. Salah satu yang terbesar ialah Multipolar, yakni mencakup bisnis 19 bisnis di sektor ritel, teknologi, saluran televisi, dan bank.

Lini bisnis Lippo Property terdiri dari, Lippo Land yang mencakup Lippo Karawaci, Universitas Pelita Harapan, Hotel Aryaduta, dan Rumah Sakit Siloam.

Selain itu, Lippo Homes mengelola Lippo Cikarang, termasuk Meikarta, dan sejumlah residences dan perumahan. Terdapat pula Lippo Malls, Cinemaxx, Maxx Coffee, Nadya Putra Investama, dan Lippo Capital.



Grup Lippo juga tak ingin ketinggalan unjuk gigi di sektor telekomunikasi, sehingga membentuk perusahaan operator telekomunikasi 4G dengan merek Bolt. Sementara itu, Lippo Digital Ventures mengelola bisnis sektor jasa, perdagangan dan finansial berbasis teknologi.

Lippo Group juga mendirikan BeritaSatu Media Holdings yang mengelola 17 media dari berbagai platform, seperti koran, majalah, media daring, dan radio.

Belum puas, Lippo General Insurance dibentuk untuk memasuki dunia asuransi. Grup Lippo juga memiliki lembaga nirlaba yakni, Yayasan Pendidikan Pelita Harapan, Stephen Riady Foundations, dan Asia 87 Foundation. (lav/bir)