Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan perkiraan tersebut berasal dari realisasi penerimaan per September 2018 yang sudah mencapai Rp29,26 triliun. Penerimaan tersebut sudah 8,53 persen dari asumsi awal.
Perry bilang penerimaan yang bagus tersebut terdorong oleh pos hasil pengelolaan aset valas. Dalam ATBI 2018, pos penerimaan tersebut diproyeksikan bisa memberi sumbangan sebesar Rp26,79 triliun kepada BI. Namun, per September 2018 rupanya sudah mencapai Rp29,11 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, ada juga peningkatan penerimaan dari pos operasional kegiatan pendukung yang semula hanya diasumsikan sebesar Rp41 triliun, namun sampai September 2018 telah mencapai Rp47 triliun atau lebih 15,33 persen dari target. Sementara pos terakhir, penerimaan administrasi masih belum mencapai target, yaitu sebesar Rp101 triliun per September 2018 dari target Rp127 triliun pada akhir tahun.
Menurut Perry, penghematan bisa dilakukan karena rata-rata belanja tiap-tiap pos diperkirakan hanya terealisasi sekitar 90 persen saja. Ia memastikan hanya pos program sosial BI dan pemberdayaan sektor riil serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang realisasi belanjanya mencapai Rp418 triliun atau 100 persen.
Meski, sampai September 2018 baru mencapai Rp222 triliun atau 53,1 persen dari anggaran yang disiapkan. "Hal ini karena kami ingin mendukung pengembangan ekonomi," katanya.
Sedangkan pos pengeluaran gaji dan penghasilan lainnya diperkirakan hanya akan sebesar Rp3,22 triliun atau 91,69 persen dari target Rp3,51 triliun. Lalu, pos manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) diperkirakan hanya terealisasi 90 persen sebesar Rp1,91 triliun dan pos logistik hanya 90 persen sebesar Rp952 miliar.
Kemudian, pos penyelenggaraan operasional kegiatan pendukung hanya 90 persen sekitar Rp1,07 triliun dan pembayaran pajak hanya 90 persen sebesar Rp875 miliar. Sementara pos pengeluaran cadangan anggaran diperkirakan tidak terpakai sama sekali. Dengan begitu asumsi pengeluaran untuk pos ini sebesar Rp232 triliun tetap berada di kantong BI.
"Secara keseluruhan, kami perkirakan surplus anggaran sebesar Rp23,68 triliun dari proyeksi awal Rp17,45 triliun," pungkasnya.