Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp15.187 per dolar AS atau melemah 9 poin dari level kemarin Rp15.178 per dolar AS.
Tak hanya rupiah, sebagian besar mata uang Asia lain juga melesu. Won Korea Selatan mengalami pelemahan terdalam sebesar 0,73 persen, dolar Taiwan melesu 0,32 persen, dan baht Thailand melemah 0,19 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:IHSG Terkoreksi Tipis ke Level 5.845 |
Selanjutnya, rupee India melemah 0,18 persen, yuan China melemah 0,14 persen, ringgit Malaysia melemah 0,14 persen, dan peso Filipina melemah 0,05 persen.
Hanya yen Jepang dan dolar Singapura yang menguat masing-masing 0,08 persen, dan 0,07 persen.
Hal itu terungkap dalam rangkuman pertemuan Gubernur The Fed yang dirilis pada Rabu (17/10), waktu AS, seperti dikutip AFP.
Berdasarkan rangkuman pertemuan terakhir the Fed tiga pekan lalu, kenaikan suku bunga lebih lanjut berpotensi konsisten dengan periode saat ini, memperkuat inflasi dan mencatatkan tingkat pengangguran yang rendah.
Namun, beberapa anggota the Fed memperingatkan ketidakstabilan di pasar negara berkembang. Sebagian besar negara memiliki utang yang besar dan rentan ketika suku bunga AS naik. Hal itu dapat menular lebih luas melalui ekonomi global dan pasar keuangan.
Kenaikan suku bunga acuan The Fed yang dilakukan terus menerus telah membuat Presiden Donald Trump geram. Sampai-sampai Trump menyebut pembuat kebijakan bank sebagai pihak yang 'gila', dan menjadi ancaman terbesarnya. (lav/bir)