Bunga Kredit Konsumsi Diramal Menanjak di Akhir Tahun

mjs & Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 20/10/2018 17:55 WIB
Bunga Kredit Konsumsi Diramal Menanjak di Akhir Tahun Survei perbankan BI memperkirakan rata-rata bunga kredit konsumsi pada kuartal IV 2018 bakal naik 8 bps dibanding kuartal sebelumnye menjadi 13,36 persen. (CNNIndonesia.com/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tren peningkatan bunga kredit diperkirakan terus berlanjut pada kuartal keempat tahun ini. Kenaikan tertinggi bakal terjadi pada rata-rata bunga kredit konsumsi yang diperkirakan naik 8 bps dari 13,28 persen kuartal sebelumnya menjadi 13,36 persen.

Berdasarkan survei perbankan yang dirilis Bank Indonesia pekan ini, tren kenaikan bunga kredit terjadi seiring naiknya rata-rata biaya yang dikeluarkan oleh bank atas dana nasabah yang ditempatkan atau Cost of Fund (CoF) dalam rupiah yang naik 14 bps menjadi 5,81 persen.


Selain itu, biaya dana yang dioperasionalkan oleh perbankan untuk memperoleh pendapatan atau Cost of Loanable Fund (CoLF) juga diperkirakan meningkat 15 bps menjadi 9,07 persen.


Tak hanya bunga kredit konsumsi, perbankan juga memperkirakan kenaikan bunga kredit juga terjadi pada jenis kredit investasi sebesar 4 bps menjadi 11,66 persen. Sementara jenis bunga kredit modal kerja tidak mengalami perubahan dan stabil pada nilai 11,44 persen.


Sementara pada kuartal ketiga ini, hampir seluruh jenis bunga kredit diperkirakan turun dibanding kuartal sebelumnya. Rata-rata bunga kredit investasi turun dari 11,9 persen menjadi 11,62 persen, kredit konsumsi bahkan turun dari 14,4 persen menjadi 13,28 persen.

Secara rinci, penurunan bunga kredit konsumsi terjadi pada bunga KPR dari 11,6 persen menjadi 11,1 persen dan bunga kredit kendaraan bermotor dari 12,73 persen. Sedangkan rata-rata bunga kredit justru meningkat dari 24,63 persen dari 25,13 persen. (agi)