Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan proses akusisi telah mengerucut. Namun, ia masih merahasiakan nama bank. Ia mengaku terus melaporkan detail persiapan akusisi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Minimal satu (akusisi), maunya tetap dua. Tapi, mencari jodoh susah (pertimbangan) bibit, bebet, bobot," kata Jahja di Hotel Ritz Carlton, Selasa (9/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengaku saat ini masih melakukan negosiasi terkait harga akuisisi bank tersebut. Rencananya, dana untuk melakukan akusisi akan diambil dari kas internal perseroan. Tahun ini, perseroan menganggarkan Rp4 triliun untuk kepentingan pengembangan anak usaha.
"Bank-bank kecil dalam tanda petik minta harga yang tidak masuk akal juga. Jujur saja saya bilang," ujar Jahja.
Kendati demikian, jika negosiasi harga telah menemui kepastian dua belah pihak, ia mengaku akan mencoba mengajukan laporan keuangan semester I 2018 yang telah diaudit untuk persyaratan akuisisi.
"Kalau auditornya sanggup dalam dua bulan melakukan audit, kita bisa semacam interim bulan Juni (semester I 2018) diaudit sehingga berdasarkan itu kita lakukan corporate action," pungkasnya. (ulf/agi)