Restrukturisasi, Tiga Pilar Sejahtera Jajaki Investor Baru

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 20/10/2018 15:05 WIB
Restrukturisasi, Tiga Pilar Sejahtera Jajaki Investor Baru PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) mengaku sedang menjajaki investor baru untuk masuk dalam tubuh perusahaan, sebagai bagian dari langkah restrukturisasi. (CNN Indonesia/Dinda Audriene Muthmainah).
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan barang konsumsi PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) mengaku sedang menjajaki investor baru untuk masuk dalam tubuh perusahaan. Hal ini sebagai bagian dari proses restrukturisasi utang.

Direktur Keuangan Yulianni Liyuwardi mengatakan saat ini manajemen masih dalam masa pendekatan dengan calon investor untuk mencari titik temu. Diskusi semakin mengerucut pada beberapa opsi kerja sama. Ia berharap sudah ada kesepakatan dengan investor dalam waktu dekat.

"Semoga dalam waktu dekat bisa kami buka, bisa kami sampaikan ke stakeholder (pemangku kepentingan) yang lain," ucap Yulianni, Jumat (19/10).



Restrukturisasi ini sebagai proses penyelesaian pembayaran bunga utang dari obligasi dan sukuk yang jatuh tempo pada 5 Juli 2018. Total bunga yang harus dibayarkan pada kedua surat utang itu berjumlah Rp46,12 miliar.

Angka itu terdiri dari Obligasi TPS Food I/2013 sebesar Rp30,75 miliar dan Sukuk TPS Food I/2013 sebesar Rp15,37 miliar.

"Harapannya (investor baru) menuju ke penyehatan secara keseluruhan perusahaan," tutur Yuliani.


Masalah penundaan pembayaran bunga obligasi dan sukuk ini sudah masuk dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Dua kreditur TPS Food yang melaporkan, yakni PT Sinarmas Aset Management dan PT Asuransi Jiwa Sinarmas.

Sayangnya, manajemen TPS Food belum bisa membocorkan lebih jauh identitas dari calon investor baru tersebut, apakah dari asing atau domestik. Manajemen juga masih mengkaji proses skema masuknya investor baru itu.

"Strukturnya masih dibicarakan. Tapi yang pasti restrukturisasi yang didahulukan adalah menyeluruh di dalam grup TPS Food karena masalahnya sudah kompleks," papar Yulianni.


Menurut Yulianni, perusahaan menargetkan proses restrukturisasi dalam 12 bulan. Hanya saja efek dari restrukturisasi tak bisa dirasakan secara langsung. (aud/lav)