Rapat BI dan Krisis Anggaran Italia Batasi Penguatan IHSG

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 23/10/2018 07:45 WIB
Rapat BI dan Krisis Anggaran Italia Batasi Penguatan IHSG IHSG diperkirakan bertahan di zona hijau dengan penguatan terbatas pada hari ini, Selasa (23/10), karena antisipasi hasil rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. (CNN Indonesia/ Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bertahan di zona hijau dengan penguatan terbatas. Hal ini karena pelaku pasar mengantisipasi hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) dan krisis anggaran di Italia.

Analis Senior CSA Research Institue Reza Priyambada mengatakan pelaku pasar menanti hasil kebijakan moneter BI berupa suku bunga acuan. Menurutnya, volume beli pelaku pasar hari ini kemungkinan besar masih meningkat meski terbatas.

"Diharapkan aksi ambil untung tidak terjadi banyak untuk mempertahankan posisi kenaikan IHSG," kata Reza melalui risetnya, dikutip Selasa (23/10).


Sementara, faktor eksternal, seperti krisis anggaran Italia ikut membatasi laju IHSG. Pemerintah Italia mengajukan target defisit tiga kali lebih besar dari sebelumnya untuk 2019. Hal itu ditentang Komisi Uni Eropa (UE).

"Lalu juga ada sentimen kesepatan Brexit (keluarnya Inggris dari persekutuan Uni Eropa)," tutur Reza.

Melihat variasi sentimen positif dan negatif dan dalam dan luar negeri ini, Reza menyebut IHSG belum bisa mendekati level 6.000. Ia meramalkan IHSG berada dalam rentang support 5.818-5.830 dan resistance 5.858-5.872.


Sementara, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menjelaskan IHSG juga akan mendapatkan sentimen positif dari kecenderungan aksi beli pelaku pasar asing. Dengan kondisi itu, fundamental ekonomi dalam negeri masih dinilai cukup baik karena bisa menarik pelaku pasar asing.

"Tentunya tidak lepas dari tingkat kepercayaan investor baik dalam maupun luar negeri yang masih yakin terhadap pertumbuhan pasar modal Indonesia," papar William dalam risetnya.

Dengan demikian, William pun optimistis IHSG bisa semakin menanjak pada penutupan sore ini. IHSG diproyeksi berada dalam rentang support 5.721 dan resistance 5.988.


Pada perdagangan kemarin, IHSG menguat tipis 0,05 persen ke level 5.840. Penguatan terbatas itu tak lepas dari masih banyaknya saham yang bergerak melemah kemarin, yakni 205 saham. Sementara, jumlah saham yang meningkat hanya 184 dan sisanya 124 saham bergerak stagnan.

Kendati begitu, kondisi masih terbilang lebih baik dibandingkan dengan bursa saham Wall Street tadi malam. Mayoritas tiga indeks utamanya berakhir di teritori negatif, yaitu Dow Jones turun 0,5 persen, S&P500 turun 0,43 persen, dan Nasdaq Composite mampu menguat 0,26 persen.


(aud/bir)