ESDM Klaim B20 Ikut Andil Turunkan Impor Minyak September

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 16/10/2018 08:42 WIB
ESDM Klaim B20 Ikut Andil Turunkan Impor Minyak September Kilang minyak. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengklaim perluasan kebijakan pencampuran biodiesel 20 persen (B-20) turut andil dalam menurunkan impor minyak pada bulan lalu.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto menyatakan dampak positif implementasi B-20 pada awal September mulai tampak pada penurunan impor minyak bulan ini. Hal ini, menurut dia, terlihat dari impor minyak yang turun pada September.

"B-20 kan sudah berjalan September. Iya kan kelihatan hasilnya," katanya di Gedung DPR, Senin (15/10).



Selain faktor B20, Djoko tak menampik ada faktor siklus yang menyebabkan penurunan impor minyak pada September.

BPS mencatat nilai impor minyak dan gas (migas) pada September turun sebesar 25,2 persen dari US$3,05 miliar pada bulan sebelumnya menjadi US$2,28 miliar. Secara rinci, nilai impor minyak mentah turun 30 persen menjadi US$1,26 miliar, sedangkan hasil minyak turun 26 persen menjadi Rp19,23 miliar.


Sementara secara tahunan, nilai impor mintah mentah tercatat turun 9,97 persen, dan hasil minyak turun 26 persen.

Deputi bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Yunita Rusanti menyebut penurunan impor minyak kemungkinan lebih banyak disebabkan siklus atau pola tahunan.

"Dengan kebijakan B-20, ini belum terlalu kelihatan, harapannya paling tidak impor diesel ini berkurang. Mudah-mudahan ini membantu penurunan impor ke depannya," jelas Yunita. (sfr/agi)