Laba Bank Danamon Stagnan Rp3 Triliun per September 2018

CNN Indonesia | Kamis, 25/10/2018 09:59 WIB
Laba Bank Danamon Stagnan Rp3 Triliun per September 2018 Ilustrasi Bank Danamon. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp3,03 triliun pada kuartal III 2018 kemarin. Laba bank tersebut tercatat tidak berubah secara tahunan dibanding kuartal III 2017 yang juga Rp3,03 triliun.

Direktur Bank Danamon Satinder Ahluwalia meng
klaim, meski stagnan, perseroan mampu mempertahankan kinerja di tengah tren kenaikan biaya sumber dana (cost of fund). "Tahun ini kita sudah lihat cost of fund mulai tinggi tapi profit (laba) kami masih stabil, ini yang penting," ujarnya dalam paparan kinerja perseroan, Rabu (23/10).

Satinder menyebut perolehan laba pada sembilan bulan ini ditopang pertumbuhan kredit. Sampai dengan kuartal III 2018 total 
portofolio kredit dan trade finance Bank Danamon tumbuh 6 persen menjadi Rp134,3 triliun dari kuartal III 2017 yang hanya Rp126,9 triliun. 
Jika dirinci, kredit segmen Usaha Kecil Menengah (UKM) tumbuh 11 persen menjadi Rp30,5 triliun, sementara penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tumbuh 35 persen menjadi Rp7,3 triliun. Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan pembiayaan motor melalui anak usaha PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance).


Hingga akhir September 2018 Adira Finance membukukan pertumbuhan pembiayaan sebesar 12 persen menjadi Rp49,7 triliun.
 Satinder mengungkapkan pertumbuhan double digit ini didorong pembiayaan baru yang tumbuh 14,8 persen untuk roda dua dan 22 persen untuk roda empat dibandingkan periode sebelumnya. 

"Hal ini kontras dengan kondisi pada kuartal III 2017 dimana pembiayaan baru untuk roda dua turun 16 persen dan roda empat stagnan," ujarnya. 
Selain itu, laba bersih juga ditopang oleh pendapatan non bunga (fee based incomeyang tercatat sebesar Rp935 miliar atau tumbuh 13 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini didukung oleh kontribusi net underwriting profit Adira Insurance yang tumbuh 25 persen menjadi Rp447 miliar.

Dari sisi pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) terpantau tumbuh tipis 2 persen dari Rp10,58 triliun pada kuartal III 2017 menjadi Rp10,82 triliun di kuartal III 2018. Sementara itu, perseroan mampu menekan rasio kredit bermasalah (non performing loan) menjadi 3 persen dibandingkan periode setahun sebelumnya 3,3 persen. 

Direktur Bank Danamon Dadi Budiana menyebut perbaikan rasio kredit bermasalah ditopang oleh perbaikan prosedur pengelolaan risiko serta proses collection (pengumpulan) dan recovery kredit yang disiplin. "Kami berusaha melakukan perbaikan dari proses collection kita, dari semua lini. Jadi ada upaya collection yang berlapis. Lalu selanjutnya ada proses early warning (peringatan dini) yang lebih baik dan disempurnakan terus menerus," ujarnya.

Dengan kinerja tersebut, perseroan  Danamon mampu mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 3 persen dari sebelumnya Rp173,67 triliun menjadi Rp178,63 triliun di kuartal III 2018. Sementara rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) secara konsolidasi berada di posisi 22,3 persen. 
(ulf/agt)