Direktur Bank Danamon Satinder Ahluwalia mengklaim, meski stagnan, perseroan mampu mempertahankan kinerja di tengah tren kenaikan biaya sumber dana (cost of fund). "Tahun ini kita sudah lihat cost of fund mulai tinggi tapi profit (laba) kami masih stabil, ini yang penting," ujarnya dalam paparan kinerja perseroan, Rabu (23/10).
Satinder menyebut perolehan laba pada sembilan bulan ini ditopang pertumbuhan kredit. Sampai dengan kuartal III 2018 total portofolio kredit dan trade finance Bank Danamon tumbuh 6 persen menjadi Rp134,3 triliun dari kuartal III 2017 yang hanya Rp126,9 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal ini kontras dengan kondisi pada kuartal III 2017 dimana pembiayaan baru untuk roda dua turun 16 persen dan roda empat stagnan," ujarnya.
Direktur Bank Danamon Dadi Budiana menyebut perbaikan rasio kredit bermasalah ditopang oleh perbaikan prosedur pengelolaan risiko serta proses collection (pengumpulan) dan recovery kredit yang disiplin. "Kami berusaha melakukan perbaikan dari proses collection kita, dari semua lini. Jadi ada upaya collection yang berlapis. Lalu selanjutnya ada proses early warning (peringatan dini) yang lebih baik dan disempurnakan terus menerus," ujarnya.
Dengan kinerja tersebut, perseroan Danamon mampu mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 3 persen dari sebelumnya Rp173,67 triliun menjadi Rp178,63 triliun di kuartal III 2018. Sementara rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) secara konsolidasi berada di posisi 22,3 persen.