Pertumbuhan Kredit Melesat, BI Tak Khawatir Likuiditas Bank

CNN Indonesia | Rabu, 24/10/2018 08:14 WIB
Pertumbuhan Kredit Melesat, BI Tak Khawatir Likuiditas Bank Bank Indonesia mengaku tak khawatir perbankan bakal kekurangan likuiditas untuk menutup kebutuhan penyaluran kredit. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) mengaku tak khawatir para pelaku industri perbankan bakal kekurangan likuiditas untuk menutup kebutuhan penyaluran kredit, meski pertumbuhan kredit dibanding perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) meleset.

Berdasarkan data Bank Indonesia, pertumbuhan kredit bank tercatat mencapai 12,1 persen secara tahunan pada Agustus 2018. Sedangkan, pertumbuhan DPK hanya 6,9 persen pada periode yang sama.

Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto mengatakan pihaknya tak khawatir bank akan kekurangan dana, karena rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) masih di kisaran 22,8 persen pada Agustus 2018.



Begitu pula, rasio alat likuiditas berbanding DPK (AL/DPK) tercatat masih sekitar 18,3 persen secara tahunan pada periode yang sama.

"Jadi bisa terlihat, masih cukup besar dana tersimpan di AL/DPK. Jadi mereka (bank) tinggal turunkan AL/DPK kalau butuh pendanaan, tapi itu tidak akan menjadi masalah untuk pembiayaan kreditnya," ucap Erwin di Kompleks Gedung BI, Selasa (23/10).

Ke depan, Erwin menilai tren DPK sejatinya bisa kembali meningkat, karena pengaruh perubahan kondisi ekonomi dan kebutuhan masyarakat.


Meski, tren yang terjadi saat ini justru pertumbuhan DPK melambat karena sebagian besar korrporasi menarik simpanan untuk membiayai belanja modal (capital expenditure/capex).

"Memang saat ini kecenderungannya perusahaan memenuhi capex dari dana internal mereka, dari simpanan mereka," imbuhnya.

Kendati begitu, BI tetap memperkirakan pertumbuhan DPK sampai akhir 2018 bakal sesuai dengan target BI.

"Meski pertumbuhan DPK diperkirakan akan mengalami perlambatan, namun masih di rentang bawah target BI di 8,0persen-10 persen," katanya.


Sedangkan, pertumbuhan kredit diperkirakan berhasil mencapai target BI sebesar 10-12 persen pada akhir tahun ini. Bersamaan dengan proyeksi ini, Erwin bilang, kontribusi pertumbuhan kredit akan diberikan oleh hampir seluruh sektor usaha.

"Bahkan pertumbuhan kredit ini cukup merata di semua pulau, hanya beberapa daerah saja yang cukup rendah, tapi tetap tumbuh," pungkasnya. (uli/lav)