OJK Mitigasi Risiko Bank Penyalur Kredit Apartemen Meikarta

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 23/10/2018 20:29 WIB
OJK Mitigasi Risiko Bank Penyalur Kredit Apartemen Meikarta Ilustrasi proyek apartemen Meikarta. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A).
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku akan mendalami dan menyiapkan langkah mitigasi risiko bagi bank penyalur Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) untuk proyek properti Meikarta.

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan IV OJK Slamet Edi Purnomo mengatakan pihaknya akan mendalami penyaluran KPA untuk proyek properti Meikarta.

"Kita akan diskusi dengan bank, apa langkah-langkah strateginya. Jadi kita memitigasi risiko jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Edi di sela diskusi bertajuk 'Peta Kekuatan Permodalan Perbankan Nasional di Tengah Ancaman Krisis' di Graha CIMB Niaga, Selasa (23/10).



Mengutip dari laman penjualan Meikarta, aptmeikarta.com ada sejumlah penyalur yang diklaim sebagai penyalur KPA antara lain, PT NOBU Bank Tbk, PT Bank BJB Tbk, PT Maybank Indonesia Tbk, KEB Hana Bank, PT Bank Artha Graha Tbk, PT ICBC Indonesia Tbk, PT Bank Panin, PT CIMB Niaga Tbk, dan PT Bank Muamalat Tbk.

Selain itu, ada dua bank plat merah yang disebut-sebut sebagai penyalur KPA Meikarta, yaitu PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Edi menyatakan OJK akan meninjau ulang data bank penyalur KPA yang disampaikan oleh pihak Meikarta tersebut.


"Itu statement (pernyataan) mereka, masih saya data semua. Saya masih belum dapat datanya," papar Edi.

Menurut Efi, data sementara menyebut total portofolio KPA apartemen Meikarta di bank penyalur mencapai Rp8 triliun. Kendati demikian, otoritas akan melakukan peninjauan ulang atas data tersebut.

"Memang portofolio Lippo ini sekitar Rp8 triliun, tapi sejauh ini masih lancar belum ada yang macet. Tapi masalahnya di proyek Meikarta, apa sustain (berlanjut) atau tidak," kata Edi.

Sebelumnya, BNI sebagai salah satu penyalur KPA mengaku akan menghentikan sementara penyaluran kredit untuk proyek apartemen Meikarta bagi nasabah baru. BNI mencatat telah memberikan KPA untuk apartemen Meikarta kepada 200 debitur dengan total kredit sebesar Rp50 miliar.


Penghentian kredit baru ini dilakukan menimbang kasus hukum yang tengah menjerat proyek besutan Lippo Group tersebut. Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro ditahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan suap terkait izin proyek pembangunan proyek hunian Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Ia ditetapkan sebagai tersangka bersama Bupati Bekasi Neneng Hasanah dan tujuh orang lainnya, di antaranya pegawai Lippo Group Henry Jasmen, dua konsultan Lippo Group, Taryudi, dan Fitra Djaja Purnama. (ulf/lav)