Bulog Minta Keran Impor Beras Ditutup

CNN Indonesia | Rabu, 31/10/2018 10:42 WIB
Bulog Minta Keran Impor Beras Ditutup Ilustrasi beras. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho).
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) menyatakan jumlah pasokan beras yang dikelola dan ditempatkan di gudang milik mereka sampai dengan Oktober ini masih ada sekitar 2,4 juta ton. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah pada akhir tahun menjadi sekitar 2,7-3 juta ton.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyatakan jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi beras masyarakat sampai akhir tahun. Dengan kondisi tersebut, menurutnya, pemerintah tidak perlu menambah cadangan beras dengan membuka keran impor.

"Stok tersebut siap disalurkan bila sewaktu-waktu pemerintah memerlukannya untuk bencana alam maupun intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga," ucapnya dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (31/10).



Lebih lanjut, menurutnya, sekalipun ada kecenderungan lonjakan permintaan jelang akhir tahun, pasokan beras di tanah air tetap akan mencukupi kebutuhan masyarakat. Sebab, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dimiliki melebihi target sebesar 1-1,5 juta ton.

Selain itu, ia juga menjamin kecenderungan terjadinya lonjakan permintaan beras pada akhir tahun, akan bisa diantisipasi Bulog. Bulog akan mampu mendistribusikan pasokan ke masyarakat melalui Operasi Pasar (OP).

Ia mengklaim Bulog sudah menggelontorkan CBP untuk OP sebanyak 384.328 ton sepanjang Januari-Oktober 2018 atau sekitar 2.500 ton per hari. "Kami juga terus memantau perkembangan harga beras dari hari ke hari, supaya intervensi pasar dapat kami lakukan dengan mengelontorkan stok CBP dan komoditas komersial yang kami miliki," ungkapnya.

Di sisi lain, Budi bilang, impor juga tidak dibutuhkan karena berdasarkan data proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia masih akan mengalami surplus pasokan beras sekitar 2,85 juta ton. Menurutnya, proyeksi ini memang sejalan dengan perkiraan rata-rata serapan beras Perum Bulog yang mencapai 3.000 ton per hari dari petani lokal.

(uli)