AS Izinkan 8 Negara Impor Minyak Iran

CNN Indonesia | Sabtu, 03/11/2018 19:42 WIB
AS Izinkan 8 Negara Impor Minyak Iran Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo. (REUTERS/Aaron P. Bernstein)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat mengizinkan delapan negara terus mengimpor minyak dari Iran dalam jumlah tertentu meski negara di Timur Tengah itu tengah dijatuhi sanksi.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan, pengecualian itu berlaku seiring dengan langkah AS yang kembali menjatuhkan sanksi bagi Iran pada awal pekan lalu. Sanksi kembali diberlakukan AS terhadap Iran setelah Presiden Donald Trump memutuskan keluar dari perjanjian nuklir 2015.

"Penjatuhan kembali (reimposisi) sanksi-sanksi dilakukan bertujuan untuk mencabut pemasukan Iran yang digunakan untuk menyebarkan kematian dan kehancuran di seluruh dunia," kata Pompeo pada Jumat (3/11) di Washington.



"Tujuan utama kami adalah memaksa Iran untuk secara permanen menghentikan aktivitas 'jahatnya' yang terdokumentasi dengan baik dan mulai berperilaku sebagai negara normal."

Dikutip AFP, Pompeo tak menyebutkan delapan negara yang dimaksud. Namun, beberapa di antaranya diyakini termasuk India, Jepang, Korea Selatan, dan mungkin Cina. Di Ankara, Menteri Energi Turki Fatih Donmez mengatakan, Turki menjadi salah satu dari delapan negara tersebut.

Pompeo mengatakan, pengecualian impor minyak Iran diberikan kepada negara-negara yang telah berjanji mengurangi pembelian minyak dari negara tersebut.

Dalam mekanismenya, dia menuturkan kedelapan negara itu sepakat melakukan transaksi minyak melalui rekening offshore sehingga Iran hanya bisa memanfaatkan pemasukannya itu untuk "perdagangan kemanusiaan, perdagangan bilateral barang-jasa yang tidak terkena sanksi."

"Tekanan maksimum berarti tekanan maksimum," kata Pompeo.


Washington kembali menerapkan sanksi bagi Teheran pada Senin pekan lalu, enam bulan setelah Trump menarik AS keluar dari The Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

Keputusan itu diambil Trump yang menilai bahwa Iran selama ini tak memenuhi kewajibannya dalam kesepakatan itu.

Trump mengatakan, dirinya telah mengambil langkah tepat karena mungkin AS telah lolos dari kesepakatan yang bisa menjadi 'salah satu yang terburuk' dalam sejarah.

Selain AS dan Iran, Cina, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman, dan Uni Eropa juga terlibat dalam JCPOA. (rds/asr)