Menhub Tunjuk Polana jadi Dirjen Hubud Baru

CNN Indonesia | Senin, 12/11/2018 15:44 WIB
Menhub Tunjuk Polana jadi Dirjen Hubud Baru Gedung Kementerian Perhubungan. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menunjuk dan melantik Polana Banguningsih Pramesti sebagai Direktur Jenderal Perhubungan Udara yang baru, Senin (12/11).

Penunjukkan Polana tersebut sekaligus menghentikan Mohamad Pramintohadi Sukarno dari jabatannya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Perhubungan Udara. Praminto sendiri menjadi Plt sejak Agus Santoso lengser dari kursi jabatannya sebagai Dirjen Perhubungan Udara.

Budi Karya berpesan kepada Dirjen Hubud baru untuk meningkatkan faktor keselamatan penerbangan dan mempertahankan peringkat keselamatan penerbangan Indonesia di dunia internasional.


"Laksanakan tugas secara profesional dan lakukan tindak lanjut untuk hal yang sedang kita hadapi. Berusaha untuk mempertahankan rating keselamatan penerbangan yang telah mendapat nilai baik dari lembaga aviasi internasional, seperti EU, ICAO, dan FAA," ujarnya melalui keterangan resmi, Senin (12/11).

Polana merupakan pejabat karir di Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Pada 2013 lalu, ia diangkat menjadi direksi di PT Angkasa Pura I (Persero) hingga awal tahun ini.

Setelah itu, ia kembali dilantik menjadi pejabat di Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sebagai Direktur Navigasi Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara dan sempat menjabat sebagai Direktur Bandar Udara.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Ditjen Hubud yang tadinya dijabat oleh Praminto digantikan oleh Nur Isnin Istiartono.


Praminto yang sebelumnya menjabat sebagai Plt Dirjen Hubud sekaligus Sekretaris Jenderal Ditjen Hubud, kini beralih ke Direktur Bandar Udara.

Selain melantik pejabat di Ditjen Hubud, Budi Karya juga melantik 26 pejabat lainnya yang terdiri dari pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, dan Pejabat Pengawas di Lingkungan Kementerian Perhubungan.

Sekadar informasi, jabatan Dirjen Hubud definitif ditetapkan setelah posisi itu kosong selama empat bulan. Dalam kekosongan itu, insiden Lion Air JT610 rute Jakarta - Pangkalpinang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, hingga menghilangkan nyawa 189 penumpang, termasuk pilot dan awak pesawat.


(bir)