SMI Pantau 'Buah' Pengendalian Defisit Transaksi Berjalan

CNN Indonesia | Rabu, 14/11/2018 00:14 WIB
SMI Pantau 'Buah' Pengendalian Defisit Transaksi Berjalan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah terus memantau efektivitas kebijakan pengendalian defisit transaksi berjalan (current account defisit/CAD). (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah terus memantau efektivitas kebijakan pengendalian defisit transaksi berjalan (current account defisit/CAD). Bank Indonesia (BI) mencatat defisit transaksi berjalan pada periode Juli - September 2018 melebar dari US$8 miliar atau 3,02 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal II 2018 menjadi US$8,8 miliar atau 3,37 persen terhadap PDB.

Melebarnya defisit transaksi berjalan berimbas pada pembengkakan defisit neraca pembayaran Indonesia.

Hingga kuartal III 2018 defisit neraca pembayaran melebar dari US$4,3 miliar pada kuartal II 2018 menjadi menjadi US$4,4 miliar. Ani mengatakan pemerintah terus membahas perkembangan CAD dalam sidang kabinet maupun dalam rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.



"Langkah-langkah yang dilakukan bersama kementerian/lembaga, dunia usaha dan dengan Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kami akan jalankan terus. Kemudian, kami monitor terus," ujar Sri Mulyani di kompleks kantor Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Selasa (13/11).

Sebagai catatan, untuk menahan pelebaran CAD, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan, salah satunya program perluasan mandatori campuran biodiesel pada minyak Solar sebesar 20 persen (B20) dan pengetatan impor melalui kenaikan tarif pajak penghasilan (PPh) Pasal 22 terhadap 1.147 komoditas.

Selain itu, untuk menjaga ketersediaan cadangan devisa negara akibat melebarnya CAD, pemerintah juga mendorong penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) di dalam negeri dan konversi DHE ke rupiah. Selanjutnya, terkait respon pergerakan rupiah di pasar usai melebarnya CAD, Sri Mulyani mengingatkan pergerakan rupiah bisa dipengaruhi dari dalam dan luar negeri.

"Kondisi global dan dinamika yang ada itu harus kita jaga, waspadai dan bagaimana menjaga ekonomi kita punya fleksibilitas agar bisa menyerap itu," ujarnya.

(sfr/agt)