Data Neraca Dagang dan Bunga BI Jadi Penentu Gerak IHSG

CNN Indonesia | Kamis, 15/11/2018 07:43 WIB
Data Neraca Dagang dan Bunga BI Jadi Penentu Gerak IHSG Ilustrasi pergerakan saham. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramalkan kembali menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (15/11). Sejumlah data ekonomi makro akan mewarnai pola gerak indeks.

Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan beberapa data makro yang akan mempengaruhi IHSG, antara lain neraca perdagangan Oktober 2018 dan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan.

"IHSG ditengah penantian rilis data perekonomian tentang neraca perdagangan dan suku bunga acuan terlihat akan bergerak cukup kuat," papar William melalui risetnya.


Ia memprediksi BI akan mempertahankan suku bunga acuan di level saat ini, yaitu 5,75 persen. Sementara, neraca perdagangan Oktober diyakini William masih cukup stabil


"Hari ini IHSG berpotensi menguat, bergerak dalam rentang 5.740-5.988," ucap William.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia September 2018 surplus US$230 juta secara bulanan pada September 2018. Angka ini membaik dibandingkan bulan lalu yang mencatat defisit mencapai US$1,02 miliar.

Sementara itu, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan indeks dalam negeri masih bergantung pada laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Sejauh ini, Dennies menilai rupiah cukup stabil.

"Nilai tukar rupiah cukup stabil namun masih minim sentimen," kata Dennies dalam risetnya.


RTI Infokom mencatat rupiah pagi ini bergerak stagnan di level Rp14.765 per dolar AS. Namun, pada perdagangan sebelumnya rupiah sempat menguat hingga bersandar di area Rp14.600 per dolar AS.

"IHSG diprediksi menguat, support 5.823-5.840 resistance 5.885-5.913," terang Dennies

Pada perdagangan kemarin, IHSG berakhir di level 5.858 atau naik 0,39 persen (23,09 poin). Aliran modal asing masih terus masuk ke pasar saham, sehingga mereka tercatat beli bersih (net buy) di pasar reguler Rp319,83 miliar.

Sementara tadi malam, bursa saham Wall Street terpantau masih melanjutkan pelemahannya. Tercatat, Dow Jones terkoreksi 0,81 persen, S&P500 terkoreksi 0,76 persen, dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,9 persen. (aud/agi)