Kapasitas KRL Tanah Abang-Rangkasbitung 2019 Naik 100 Persen
CNN Indonesia
Senin, 19 Nov 2018 12:26 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan kapasitas angkut kereta rel listrik (KRL) Tanah Abang-Rangkasbitung dapat meningkat dua kali lipat dengan dibangunnya jalur ganda (double track) antara Stasiun Maja dan Rangkasbitung.
"Double track ini membawa manfaat yakni meningkatkan kapasitas dan perjalanan KRL menjadi 2 kali lipat dari 32 perjalanan menjadi 64 perjalanan PP (pulang pergi)," ujar Budi Karya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (19/11).
Budi pada Minggu (18/11) meninjau langsung pembangunan jalur ganda Maja-Rangkasbitung. Pembangunan jalur ganda sepanjang 17,2 km dengan investasi Rp309,7 miliar ditargetkan dapat rampung pada awal 2019 mendatang.
"Kami lakukan ini (pembangunan jalur ganda) larena banyak sekali masyarakat dari Rangkasbitung yang ingin dilayani menggunakan KRL," jelas Budi.
Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia Wiwik Widayanti mengaku pembangunan jalur ganda masih membutuhkan sejumlah perbaikan. Perbaikan tersebut, antara lain, terkait sejumlah stasiun yang belum bisa melayani 12 gerbong kereta, seperti stasiun Kebayoran, Serpong, Cisauk, Tenjo dan Rangkasbitung.
Selain itu, menurut Wiwik, masih ada persoalan persinyalan di lintasan Maja-Rangkasbitung yang masih bersifat tertutup atau hanya bisa melayani satu kereta api saja. Selain itu, perlu dilakukan pengembangan Stasiun Tanah Abang untuk meningkatkan kapasitas jalur KA, karena saat ini untuk menjalankan lintas Tanah Abang-Rangkasbitung hanya tersedia dua jalur saja. (agi)
"Double track ini membawa manfaat yakni meningkatkan kapasitas dan perjalanan KRL menjadi 2 kali lipat dari 32 perjalanan menjadi 64 perjalanan PP (pulang pergi)," ujar Budi Karya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (19/11).
Lihat juga:YLKI Desak KAI Copot Iklan Rokok di Stasiun |
Budi pada Minggu (18/11) meninjau langsung pembangunan jalur ganda Maja-Rangkasbitung. Pembangunan jalur ganda sepanjang 17,2 km dengan investasi Rp309,7 miliar ditargetkan dapat rampung pada awal 2019 mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia Wiwik Widayanti mengaku pembangunan jalur ganda masih membutuhkan sejumlah perbaikan. Perbaikan tersebut, antara lain, terkait sejumlah stasiun yang belum bisa melayani 12 gerbong kereta, seperti stasiun Kebayoran, Serpong, Cisauk, Tenjo dan Rangkasbitung.
Selain itu, menurut Wiwik, masih ada persoalan persinyalan di lintasan Maja-Rangkasbitung yang masih bersifat tertutup atau hanya bisa melayani satu kereta api saja. Selain itu, perlu dilakukan pengembangan Stasiun Tanah Abang untuk meningkatkan kapasitas jalur KA, karena saat ini untuk menjalankan lintas Tanah Abang-Rangkasbitung hanya tersedia dua jalur saja. (agi)