Direktur Utama PII Armand Hermawan mengatakan pihaknya juga telah mengantongi penjaminan baru baru hingga kuartal pertama 2019.
"Kuartal I kami mencatat penjaminan sekitar Rp40 triliun-Rp42 triliun dari 21 hingga 22 proyek. Nilai proyeknya mencapai Rp210 triliun," kata Armand di kantornya, Senin (19/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Armand merinci beberapa proyek yang baru dijamin oleh perseroan antara lain, pembangunan Rumah Sakit (RS) Dharmais dan RS. Gorontalo yang dikelola Kementerian Kesehatan.
Selanjutnya, PII menjaminkan pemeliharaan jalan nasional Sumatera Selatan, jalan tol Semarang-Demak, dan proyek SPAM Jatiluhur yang dikelola oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
"Akhir tahun juga ada proyek pembangunan Rel Kereta Makasar-Parepare," imbuhnya.
Armand menyebut ada beberapa proyek yang terdapat dalam pipeline penjaminan proyek setelah kuartal I 2019 antara lain, Pelabuhan Bau Bau, pembangunan kampus Institue Teknologi Bandung (ITB) di Cirebon, dan Bandara Komodo di Labuan Bajo. Selain itu, PII juga akan menjamin pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
Armand menyebut sektor yang menggunakan skema KPBU kibi makin variatif, tidak hanya pada proyek pembangunan jalan tol. Ini membuat bertambahnya proyek yang dijamin oleh PII.
"KPBU di Indonesia mungkin terbesar di Asia Tenggara," ujar Armand. (ulf/lav)