Bursa Saham Eropa Turun Terseret Kekhawatiran Ekonomi Lesu

Agustiyanti, CNN Indonesia | Rabu, 21/11/2018 11:30 WIB
Bursa Saham Eropa Turun Terseret Kekhawatiran Ekonomi Lesu Ilustrasi bursa saham. (REUTERS/Brendan McDermid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bursa saham Eropa turun pada perdagangan Kamis (20/11), waktu setempat akibat kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut dan risiko anggaran pemerintah Italia.

Indeks STOXX 600 pan-Eropa turun 1,1 persen ke level terendah dalam lebih dari tiga minggu, dengan indeks DAX Jerman turun 1,2 persen dan FTSE 100 Inggris turun 0,8 persen.

Meskipun saham Eropa secara valuasi kini lebih murah dibandingkan Amerika Serikat. Namun, investor mengatakan terlalu dini untuk menjadikan Eropa sebagai tempat yang menempatkan portofolio.


"Saham Eropa harus benar-benar murah untuk membuat valuasi itu mampu mengimbangi skeptisisme masyarakat tentang kemampuan Eropa untuk tumbuh," kata Kevin Gardiner, ahli strategi investasi global di Rothschild & Co Wealth Management.


Indeks saham bank Eropa merosot 2,3 persen, hari terburuk dalam hampir enam minggu, dengan saham bank-bank Italia yang turun 2,6 persen pada level terendah sejak akhir November 2016.

Imbal hasil obligasi pemerintah Italia melambung karena investor melepaskan kepemilikan utang pada negara tersebut, dengan Roma tak menunjukkan tanda-tanda mundur terkait rencana anggaran mereka.

Saham Deutsche Bank turun 4,8 persen, mengukirkan rekor terendah baru mereka. Melemahnya kemampuan bank mencetak laba juga membuat saham sektor tersebut melemah.

Saham Bank Swiss dan Julius Baer jatuh 7,2 persen setelah mengatakan pihaknya memotong pengeluaran di bawah kondisi pasar yang buruk, memperingatkan mungkin tidak mencapai target pendapatan tahun ini.

"Perkiraan pasar ditetapkan turun secara signifikan," tulis analis Baader Helvea.


Kecemasan tentang pertumbuhan iPhone juga menyapu saham teknologi, hambatan besar lainnya di wilayah tersebut. Sektor ini turun dua persen ke level terendah sejak akhir Februari. Saham yang memasok chip ke Apple termasuk yang berkinerja terburuk.

Saham STMicroelectronics anjlok 1,8 persen, Infineon turun 1 persen dan AMS kehilangan 0,9 persen. Sektor teknologi turun 9,8 persen tahun ini, tertinggal minyak, kesehatan, media, dan utilitas.

Produsen mobil Perancis Renault tetap di bawah tekanan, turun 1,2 persen karena Exane dan analis BAML menurunkan peringkat saham. Saham tersebut telah jatuh 8,4 persen pada Senin ketika CEO Carlos Ghosn ditangkap atas tuduhan pelanggaran keuangan.

Ekspektasi pertumbuhan laba keseluruhan untuk MSCI Eropa telah jatuh baru-baru ini seiring penyesuaian perkiraan analis terkait mereka ke gambaran suram untuk ekonomi global.

"Dengan pertumbuhan laba yang lambat, investor cenderung fokus pada penurunan dalam pertumbuhan dan inflasi," tulis analis Goldman Sachs dalam risetnya. (agi)