Tidak Anti, Sandi Malah Ingin Bekerja Sama dengan Asing

CNN Indonesia | Jumat, 23/11/2018 10:24 WIB
Tidak Anti, Sandi Malah Ingin Bekerja Sama dengan Asing Sandiaga Uno mengaku tidak anti asing. Justru, ia ingin merangkul kerja sama dengan asing untuk melakukan pembangunan di Indonesia. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno mengaku tidak anti asing seperti kabar yang selama ini beredar. Justru, ia ingin merangkul kerja sama dengan asing untuk melakukan pembangunan di Indonesia.

Sandi menuturkan kubu Prabowo-Sandi memang berpegang teguh pada Pasal 33 Ayat 3 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang menyatakan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Namun, semangat ini bukan berarti dirinya anti asing. "Kami tidak anti asing, Prabowo-Sandi ingin kembalikan ekonomi ke Pasal 33 UUD 1945, tapi boleh kerja sama dengan asing," ujarnya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (22/11).


Menurut dia, tak ada salahnya mengundang asing masuk ke dalam negeri untuk kepentingan pembangunan. Toh, kerja sama dengan asing memungkinkan Indonesia mendapat transfer teknologi hingga permodalan yang bisa gunakan untuk pembangunan, misalnya infrastruktur.

"Misalnya untuk kembangkan long term capital (permodalan jangka panjang), multilateral kerja sama, dan lainnya, karena kami juga tidak ingin membebankan anggaran ke depan," terang Sandi.

Selain itu, sebagai negara, sambungnya, tentu Indonesia juga perlu menjaga hubungan kerja sama yang baik dengan negara-negara lain. Dengan begitu, ada hubungan timbal balik yang setara antar sesama negara di dunia (level of playing field).

Sebelumnya Sandi sempat melontarkan tanggapan mengenai paket kebijakan ekonomi ke-16 yang diluncurkan pemerintah pada akhir pekan lalu. Ia menyoroti perubahan aturan Daftar Negatif Investasi (DNI) yang dinilai memungkinkan investor asing menguasai sejumlah bidang usaha secara penuh, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Ia menilai bila bidang-bidang usaha tertentu yang selama ini diisi oleh UMKM justru harus bersaing dengan asing, maka nasib UMKM ke depan bisa semakin terhimpit. "Kalau UMKM harus berhadapan dengan asing, ia akan 'pengap-pengap', tidak bisa napas, semuanya pasti akan kalah,"katanya.


Sebelumnya Calon Presiden Prabowo Subianto juga pernah mengungkapkan penilaiannya mengenai pengelolan sumber-sumber kekayaan nasional yang menurut pendapatnya hampir semua sudah dikuasai pihak asing.

Hal itu terjadi karena akses permodalan bagi masyarakat Indonesia terbilang minim, sehingga kerap mengandalkan suntikan modal dari asing. Untuk itu, katanya, kubunya akan berusaha keras mengembalikan kekayaan nasional untuk dikelola sendiri oleh bangsa ini.

"Langkah-langkah pengelolaan ekonomi itu adalah langkah penyerahan total kepada orang asing, dimana ekonomi dipersembahkan untuk asing dan kalau orang asing masuk, maka modal mereka cukup kuat. Dalam pola kapitalisme, maka modal adalah sumber kekuatan," katanya belum lama ini.


(uli/bir)