Jokowi: Rutinitas Pagi Saya Baca Perkembangan Harga Sembako

CNN Indonesia | Rabu, 21/11/2018 10:56 WIB
Jokowi: Rutinitas Pagi Saya Baca Perkembangan Harga Sembako Presiden Joko Widodo menyatakan selalu memantau perkembangan harga bahan pokok dan pangan. Kegiatan tersebut rutin ia lakukan setiap pagi. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menyatakan selalu membaca memantau data perkembangan harga bahan pokok dan pangan. Pantauan tersebut rutin ia lakukan setiap pagi.

"Dari harga beras, cabai, daging, sayur,... semuanya," katanya seperti dikutip dari akun facebooknya, Rabu (21/11).

Selain itu membaca data, agar harga bahan pokok tetap terkendali, Jokowi mengatakan ia juga sering terjun ke pasar. Dalam kunjungannya di beberapa daerah, ia selalu menyempatkan diri untuk mengecek harga bahan pokok di pasar dengan data yang ia dapat. 



Jokowi mengatakan pantauan tersebut penting baginya. Dengan kebiasaan tersebut, ia selalu bisa mengetahui perkembangan harga bahan pokok dari waktu ke waktu, sehingga ketika ada perubahan yang memerlukan penanganan cepat, pemerintahannya langsung bisa mengambil kebijakan secara cepat.

"Ketika harga naik seratus perak, misalnya, detik itu juga saya telpon kepala Bulog, menteri perdagangan. Saya telpon juga menteri pertanian, saya tanya ada apa? Sudah waktunya operasi pasar belum," katanya. 

Harga bahan pokok pada musim kampanye saat ini menjadi isu yang digoreng politisi untuk menjatuhkan pemerintah dan mendulang simpati masyarakat. Terbaru, isu digoreng oleh Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Mardani Ali Sera.


Ia menggoreng soal harga telur di Indonesia yang jauh lebih mahal dengan Malaysia. Menurut Mardani, harga telur di Malaysia per kilogram hanya Rp12 ribu per kilogram. Tapi, di Indonesia, harga telur mencapai Rp25 ribu per kilogram.

Selain Mardani, masalah harga bahan pokok juga jadi sorotan calon wakil presiden Sandiaga Uno. Saat berkunjung ke Pasar Jombang beberapa waktu lalu, Sandiaga mengatakan harga bahan pokok sekarang sudah membebani masyarakat. 

Menurut datanya, sekitar 65 persen masyarakat mengeluhkan kenaikan harga bahan pokok yang ada di Indonesia saat ini. 

(agt/agt)