Sandiaga Targetkan 50 Start Up Jadi Unicorn dalam Lima Tahun

CNN Indonesia | Kamis, 22/11/2018 10:25 WIB
Sandiaga Targetkan 50 Start Up Jadi Unicorn dalam Lima Tahun Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menargetkan usaha rintisan (start up) Indonesia berstatus unicorn bertambah menjadi 50 perusahaan dalam lima tahun mendatang. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menargetkan perusahaan rintisan (start up) Indonesia berstatus unicorn bertambah menjadi 50 perusahaan dalam lima tahun mendatang. Saat ini, baru ada empat start up di Indonesia yang memiliki status unicorn, yakni Go-Jek Indonesia, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak.

"Sangat memungkinkan bisa hasilkan 10 unicorn dalam tiga tahun ke depan, dari empat yang sudah ada saat ini dan jadi 50 dalam lima tahun ke depan," ungkap Sandi, Rabu (21/11).

Status unicorn bisa diraih oleh start up jika memiliki valuasi sebesar US$1 miliar atau setara Rp14,6 triliun (kurs rupiah Rp14.600 per dolar Amerika Serikat).



"Saya rasa ini menjadi salah satu dari potensi yang dimiliki start up. Satu start up bisa buka lapangan kerja tiga sampai empat orang," kata Sandiaga.

Namun, ia tak memungkiri mengerek valuasi sebuah perusahaan rintisan langsung menjadi US$1 miliar bukan persoalan mudah. Makanya, Sandiaga berpendapat peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam hal regulasi.

"Peran pemerintah sekarang masih minim. Bayangkan kalau pemerintah bisa bantu lewat kejelasan aturan seperti untuk ojek online. Kemudian berbagi ilmu ekonomi seperti Airbnb versi lokal," jelas Sandiaga.

Dengan regulasi yang jelas, sambung Sandiaga, maka akan menarik angel investor untuk menanamkan dananya di sebuah start up. Selain itu, pemerintah juga bisa memberi fasilitas pendampingan, kemudahan perizinan, hingga membantu pemasaran.


"Dalam pemikiran saya dan saya dorong bahwa Prabowo-Sandi harus berpikir out of the box dalam segi regulasi," ujar Sandiaga.

Upaya pendampingan yang dimaksud berupa pelatihan dasar, menengah, dan pendalaman jaringan.

"Sehingga bisa meminimalisasi jumlah start up yang gagal," pungkas Sandiaga.

(aud/lav)