EDUKASI KEUANGAN

Bijak Kenalan dengan PayLater, Beli Sekarang Bayar Belakangan

ulf, CNN Indonesia | Sabtu, 24/11/2018 09:33 WIB
Bijak Kenalan dengan PayLater, Beli Sekarang Bayar Belakangan Ilustrasi. (REUTERS/Phil Noble).
Jakarta, CNN Indonesia -- Demi memudahkan transaksi konsumen, berbagai fitur pembayaran dihadirkan oleh perusahaan penyedia jasa dan layanan. Hadirnya teknologi digital, menjadikan fitur pembayaran makin beragam.

Transaksi tunai pun kini mulai digeser dengan non tunai (cashless). Prosesnya pun terbilang singkat. Hanya dalam beberapa menit transaksi antara konsumen dan penyedia jasa dan layanan bisa diselesaikan.

Melalui teknologi digital pula, baik konsumen maupun pemberi jasa dan layanan tidak perlu bertatap muka dalam bertransaksi. 
Didukung perkembangan teknologi digital tersebut, salah satu fitur yang bisa memanjakan konsumen dalam bertransaksi adalah fitur PayLater.


Sesuai dengan namanya, fitur PayLater ini memberikan konsumen kesempatan untuk memanfaatkan jasa dan layanan sementara mereka membayar di akhir sesuai dengan batas waktu yang diberikan. 
Saat ini, Gojek dan Traveloka telah menyediakan fitur transaksi tersebut.


Melansir dari laman resmi Gojek Jumat (23/11), melalui metode pembayaran ini, konsumen Gojek dapat memesan layanan kapan pun kemudian membayar tagihan di akhir bulan. 
Semua pengguna PayLater mempunyai batas transaksi yang sama, yaitu sebesar Rp500 ribu per bulan.

Sedangkan tagihan PayLater akan jatuh tempo pada tengah malam di hari terakhir tiap bulan. 
Cara aksesnya pun cukup mudah, karena Gojek menyediakan akses langsung di aplikasi melalui menu PayLater dalam GoPay.

Gojek juga memberikan kemudahan bagi konsumen untuk membayar cicilan, baik secara otomatis maupun manual. 
Konsumen yang memilih pembayaran otomatis, hanya perlu melakukan isi ulang (top-up) GoPay sesuai jumlah pemakaian PayLater.

Saldo GoPay nantinya secara otomatis diambil sesuai total tagihan tersebut. Sementara pembayaran manual bisa dilakukan sebelum jatuh tempo di akhir bulan. Konsumen bisa melihat total tagihan melalui fitur PayLater, untuk kemudian melakukan pembayaran di laman transaksi.

Cermat Melihat Untung Rugi Sebelum Gunakan Fitur PayLaterFitur Paylater di Traveloka (CNN Indonesia/Safir Makki).

Tidak jauh berbeda, fasilitas PayLater dari Traveloka juga memberikan kesempatan bagi konsumen untuk membeli tiket hotel maupun tiket transportasi terlebih dulu. Dalam informasi yang disampaikan Traveloka melalui website resminya, konsumen bisa membayar tagihan satu bulan kemudian atau dengan mengangsur selama kurun waktu 2-12 bulan.

Traveloka menawarkan batas transaksi lebih tinggi dibanding Gojek, yaitu mencapai Rp10 juta dan diproses dalam waktu satu jam. Senior Vice President Financial Products Traveloka Alvin Kumarga mengatakan inovasi pembayaran PayLater didasari banyaknya konsumen yang belum memiliki rekening bank, terlebih kartu kredit.

Ia bilang, PayLater ditujukan untuk para pengguna yang tidak memiliki kartu kredit, namun tetap bisa mewujudkan mimpinya untuk jalan-jalan. 
Alvin menuturkan sejak pertama kali diperkenalkan pada Juni 2018, pengguna PayLater telah bertumbuh mencapai 10 kali lipat. 

"Dengan proses aplikasi yang mudah, verifikasi approval cepat, transaksi yang lancar serta mudahnya melakukan pelunasan, PayLater dapat membantu pengguna kami dalam mengatur keuangannya untuk liburan," ujarnya kepada CNNIndonesia.com akhir pekan ini. 


Pengguna Traveloka, Anggun (25 tahun) menyatakan minatnya untuk menjajal fitur PayLater tersebut. Menurutnya, fitur tersebut banyak memberi kemudahan bagi konsumen, terutama baginya yang hobi travelling

"Kalau butuh cepat sementara sedang tidak punya dana, bisa didahulukan dengan menggunakan PayLater. Untuk orang yang suka traveling kehadiran PayLater sangat membantu," katanya.

Ia tidak mempermasalahkan besarnya bunga angsuran yang dibebankan atas fasilitas tersebut. Asal bisa membayar tepat waktu, Anggun meyakini transaksi lewat PayLater tidak akan membebani konsumen.

"Tidak ada masalah dengan bunga karena masih terjangkau," imbuhnya.

Cermat Melihat Untung Rugi Sebelum Gunakan Fitur PayLaterPaylater juga hadir di layanan Gojek. (CNN Indonesia/Harey Darian).
Senada dengan Anggun, karyawan swasta Bella (23) mengakui fitur PayLater sangat membantu. Ia sendiri merupakan pengguna layanan Gojek. Namun demikian, ia memilih menghindari penggunaan fitur PayLater kecuali dalam kondisi mendesak.

"Karena saya menghindari kredit, jadi saya berminat menggunakan PayLater untuk kondisi mendesak saja," kata Bella.

Sementara itu, Perencana Keuangan dari Zelts Consulting Ahmad Gozali menilai fitur PayLater cocok digunakan bagi karyawan swasta. Khususnya bagi mereka yang mendapat hak mengajukan ganti uang transportasi dan sebagainya lewat reimburse. Dengan memanfaatkan fitur PayLater karyawan bisa mengalokasikan uang pribadinya untuk keperluan lain.

"Jadi tidak perlu menyediakan dana di awal," kata Gozali.


Namun tetap saja ia memperingatkan, skema PayLater serupa dengan kartu kredit terutama jika digunakan untuk kepentingan pribadi. Artinya, konsumen tidak boleh terlena dengan penggunaan PayLater, meskipun sifatnya memudahkan transaksi.

Konsumen perlu mempersiapkan perhitungan cermat sebelum memanfaatkan fitur ini. Termasuk, perhitungan soal bunga cicilan dari PayLater.

"Kalau kartu kredit, selama tidak lewat jatuh tempo, maka tak kena bunga. Tapi kalau menggunakan fitur ini, perlu dihitung dulu berapa biaya tambahan yang dikenakan," jelasnya.


Perencana Keuangan dari Finansia Consulting Eko Endarto menuturkan ada beberapa hal yang perlu dicermati dari fitur PayLater. Konsumen harus menyadari bahwa uang itu bukan miliknya, sehingga akan dikenakan bunga.

"Bunganya biasanya makin pendek jangka waktunya dan tidak ada jaminan untuk pinjaman, maka biasanya bunganya tinggi," imbuh dia.

Hal lain, PayLater berpotensi membuat konsumen candu jika tidak digunakan dengan bijak. Konsumen bisa saja menjadi konsumtif dan membeli sesuatu yang tidak dibutuhkan, kemudian terjebak utang menggulung.
(agt/agt)