OJK Sebut Bank Mampu Hindari Era Bunga Tinggi

CNN Indonesia | Minggu, 25/11/2018 14:59 WIB
OJK Sebut Bank Mampu Hindari Era Bunga Tinggi Ilustrasi kegiatan perbankan. (REUTERS/Willy Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim industri perbankan dapat menghindari era suku bunga tinggi di tengah kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 175 bps sepanjang tahun ini menjadi 6 persen.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menjelaskan kenaikan bunga acuan BI tak akan direspons sepenuhnya oleh perbankan dengan kenaikan bunga kredit. Perbankan, menurut dia, memiliki likuiditas yang memadai dan mampu mengkompensasi sebagian beban kenaikan bunga BI dengan efisiensi biaya operasional.

"Masih terukur (kenaikan bunga), bank masih bisa tingkatkan efisiensi (operasional), sehingga kenaikan suku bunga (Bank Indonesia) tidak langsung ditransmisikan ke suku bunga bank," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Minggu (25/11).



Wimboh juga optimis perbankan masih mampu mendorong penyaluran kredit sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB) yang disusun sejak awal tahun. Dalam RBB perbankan tahun ini, industri menargetkan penyaluran kredit sebesar 12,2 persen.

Sebelumnya, Wimboh bahkan optimis penyaluran kredit perbankan hingga akhir tahun ini mencapai 13 persen. Hal ini, melihat, data pertumbuhan kredit hingga September 2018 yang mencapai 12,7 persen.

"Pertumbuhan kredit bisa 13 persen akhir 2018. Itu melebihi target yang 10 sampai 12 persen," ungkap Wimboh.


Menanggapi kenaikan bunga BI, Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo sebelumnya mengaku bakal lebih dulu menyesuaikan suku bunga kredit di segmen konsumer, khususnya kredit kendaraan bermotor (KKB) dan kredit pemilikan rumah (KPR).

Kendati demikian, ia belum bisa memastikan nilai kenaikan suku bunga kredit tersebut. Ia mengaku masih akan melihat kemampuan bayar nasabah dan jumlah permintaan kredit di berbagai segmen.

Sementara Direktur PT Bank Central Asia Tbk Santoso dan Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk Herry Sidharta mengaku akan mengevaluasi terlebih dahulu kinerja kredit sebelum memutuskan apakah bakal menyesuaikan suku bunga kreditnya. (Antara/agi)