Rupiah Menguat ke Rp14.475 Tertopang Proposal Brexit

CNN Indonesia | Senin, 26/11/2018 16:45 WIB
Rupiah Menguat ke Rp14.475 Tertopang Proposal Brexit Ilustrasi rupiah. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.475 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot sore ini, Senin (26/11). Posisi ini menguat 69 poin atau 0,47 persen dari Jumat (23/11) lalu yang di Rp14.544 per dolar AS.

Kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah berada di posisi Rp14.551 per dolar AS atau menguat tipis dari akhir pekan lalu di Rp14.552 per dolar AS.

Di kawasan Asia, rupiah kembali menjadi mata uang dengan penguatan tertinggi dari dolar AS. Namun, mayoritas mata uang Asia memang menguat dari mata uang Negeri Paman Sam. Hanya yen Jepang yang melemah 0,26 persen.


Sedangkan peso Filipina menguat 0,21 persen, rupee India 0,19 persen, baht Thailand 0,19 persen, dan renminbi China 0,18 persen. Lalu, dolar Singapura menguat 0,15 persen, won Korea Selatan 0,14 persen, dolar Hong Kong 0,05 persen, dan ringgit Malaysia 0,01 persen.


Begitu pula dengan mata uang utama negara maju, mayoritas bersandar di zona hijau. Dolar Australia menguat 0,46 persen, dolar Kanada 0,36 persen, euro Eropa 0,32 persen, poundsterling Inggris 0,19 persen, dan franc Swiss 0,16 persen. Hanya rubel Rusia yang melemah 0,32 persen dari dolar AS.

Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi mengatakan penguatan rupiah hari ini ditopang oleh penguatan euro Eropa dan poundsterling Inggris sering disetujuinya proposal keluarnya Inggris oleh Uni Eropa. Persetujuan tersebut membuat dolar AS melemah dan berdampak bagi rupiah dan mata uang Asia lainnya.

"Selain itu, ada informasi kalau pemerintah Italia mau berdiskusi kembali soal pemangkasan defisit anggaran mereka untuk 2019. Pemerintah Italia dikabarkan akan berusaha agar defisit sesuai batas dari Komisi Eropa sebesar 2 persen," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Senin (26/11).


Bersamaan dengan sentimen negatif dari Eropa ke dolar AS, di tingkat internal kata Dini, sebenarnya tidak ada sentimen positif. Sebab, pasar masih terbalut dengan libur Thanksgiving.

Sentimen dari Eropa dan AS itu membuat rupiah perkasa, meski sentimen dari domestik sejatinya tidak ada. Sedangkan untuk hari esok, Dini memperkirakan rupiah akan kembali menguat dengan bergerak di rentang Rp14.350-14.550 per dolar AS.

(uli/agt)