Pertamina Gunakan Lahan Jasa Marga, KAI, dan Pos Bangun SPBU

CNN Indonesia | Senin, 26/11/2018 18:28 WIB
Pertamina Gunakan Lahan Jasa Marga, KAI, dan Pos Bangun SPBU SPBU Pertamina. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina (Persero) resmi menandatangani nota kesepahaman terkait pembangunan Stasiun Pengisian BBM Umum (SPBU) di atas lahan atau aset milik PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan PT Pos Indonesia (Persero). Penandatanganan kesepakatan ini disaksikan langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.

Menurut Rini, dengan kerja sama ini, akan semakin banyak SPBU yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan BBM, elpiji, hingga pelumas bagi masyarakat. Di sisi lain, kerja sama ini, menurut dia, juga dapat menguntungkan masing-masing BUMN karena aset yang 'tidur', kini jadi lebih produktif.

"Ini meningkatkan efisiensi dan optimalisasi kinerja, serta pelayanan kepada masyarakat," ucapnya saat penandatangan di Kementerian BUMN, Senin (26/11).


Rini pun meminta agar Pertamina dapat mempercepat proses pembangunan SPBU tersebut agar pelayanan distribusi BBM dapat segera dirasakan masyarakat.

"Targetnya Desember ini sudah ada yang mulai dibangun, tapi SPBU ini kami harapkan sebelum hari raya tahun depan sudah selesai. Pesan Pak Presiden, SPBU lebih akrab dengan budaya lokal," terangnya.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan kerja sama Pertamina dengan Jasa Marga akan berupa penyelenggaraan SPBU di ruas jalan tol yang dioperasikan oleh Jasa Marga dan pembangunan konstruksi SPBU.


Dari pemetaan kedua perusahaan, setidaknya akan dibangun 28 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area di tol yang dikelola Jasa Marga. Sebanyak enam rest area akan dibangun di tol di Pulau Sumatera, yaitu dua di Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, dua di Tol Balikpapan-Samarinda, dan dua di Tol Manado-Bitung.

Sedangkan 22 rest area lainnya akan dibangun di tol yang ada di Pulau Jawa, yaitu dua di Tol Purbaleunyi, satu di Tol Palikanci, empat di Tol Batang-Semarang, enam di Tol Solo-Ngawi, dua di Tol Ngawi-Kertosono, empat di Tol Pandaan-Malang, satu di Tol Surabaya-Mojokerto, dan dua di Tol Gempol-Pasuruan.

"SPBU yang dimiliki anak usaha, PT Pertamina Retail ini akan dibangun di seluruh rangkaian Tol Trans Jawa dan Trans Sumatera. Kami akan menyediakan Pertamax Series, DEX Series, hingga Premium dan Solar," terangnya.

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengatakan kerja sama dengan Pertamina ini akan dilakukan bersama anak usaha perusahaan, yaitu PT Jasa Marga Properti (JMP). Untuk tahap awal, setidaknya ada 24 SPBU yang dibangun di rest area di sepanjang tol yang dikelola perusahaannya. Dari 24 SPBU itu, sebanyak 10 unit ditargetkan bisa beroperasi pada Mei 2019.

"Totalnya, hingga tahun 2019, jumlah rest area di tol milik Jasa Marga mencapai 57 unit, di mana 28 unit diantaranya dikelola oleh JMP," katanya.


Sementara dengan KAI, kedua perusahaan akan bekerja sama dalam mengoptimalisasi pengelolaan aset KAI untuk pengembangan SPBU ataupun unit bisnis lainnya. Lalu, juga akan meningkatkan pengiriman BBM dan lain-lain dengan menggunakan moda kereta api, serta pengembangan usaha lainnya yang akan disepakati oleh para pihak kemudian hari.

Sedangkan dengan Pos Indonesia, kedua perusahaan akan melakukan kerja sama pemanfaatan jaringan outlet pos untuk penjualan dan pendistribusian produk Pertamina, misalnya elpiji. Kemudian, pemanfaatan lahan-lahan Pos Indonesia untuk pengembangan SPBU, dan pengembangan usaha lainnya uang akan disepakati oleh para pihak kemudian hari.

"Ini untuk penjualan produk Pertamina dengan menggunakan armada pos untuk mengantarkan produk," terang Nicke.

Direktur Utama Pos Indonesia Gilarsi Wahju Setijono mengatakan setidaknya saat ini perusahaan memiliki 4.800 kantor pos di seluruh Indonesia, di mana sebanyak 4.300 diantaranya sudah bisa menggunakan transaksi online. Sedangkan jumlah titik layanannya mencapai 24.410 titik dalam bentuk kantor sendiri dan lebih dari 49 ribu berbentuk Agen Pos.

"Dengan jaringan seluas ini, kantor pos merupakan tempat yang sangat strategis untuk penjualan produk Pertamina," pungkasnya. (uli/agi)