Kuartal III, Kinerja Bank Kecil Paling Melempem

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Rabu, 28/11/2018 12:08 WIB
Kuartal III, Kinerja Bank Kecil Paling Melempem Ilustrasi bank. (CNNIndonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kinerja bank kecil yang masuk kelompok bank umum kegiatan usaha (BUKU) 2 tercatat melempem pada kuartal ketiga tahun ini. Hal itu tercermin dari pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) yang negatif.

Statistik Perbankan Indonesia (SPI) mengungkap pertumbuhan kredit bank-bank dengan modal inti Rp1 triliun-kurang dari Rp5 triliun relatif stagnan atau turun tipis 0,4 persen, yakni dari Rp515,77 triliun pada kuartal ketiga tahun lalu menjadi Rp513,24 triliun pada periode yang sama tahun ini.

Sementara, DPK yang dihimpun turun lebih kencang sebesar 8,9 persen dari Rp605,03 triliun menjadi hanya Rp555,19 triliun. Penurunan DPK terbesar terjadi di keranjang deposito, yaitu sebanyak 12,3 persen. Disusul giro turun 11,4 persen dan simpanan 4,4 persen.


Kinerja yang tak mengilap tersebut membuat laba bersih bank-bank kecil ikut menciut hingga 9,7 persen, yakni dari Rp7,71 triliun pada kuartal ketiga tahun lalu jadi Rp6,95 triliun pada kuartal ketiga tahun ini.

Harap maklum, pendapatan bunganya pun minus 5,9 persen menjadi hanya Rp75,25 triliun. Begitu pula dengan pendapatan bunga bersihnya. Namun, di sisi lain, beban operasional perusahaan meningkat.

Sekadar informasi, sekitar 54 bank masuk dalam kategori bank BUKU 2. Antara lain, Bank MNC International, Bank Sinarmas, Bank Woori Saudara, Bank Mestika, Bank Victoria, Bank Sahabat Sampoerna, serta sejumlah bank pembangunan daerah.




(bir)