Terus Menguat, Rupiah Sentuh Rp14.302 per Dolar AS

CNN Indonesia | Jumat, 30/11/2018 17:34 WIB
Terus Menguat, Rupiah Sentuh Rp14.302 per Dolar AS Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.302 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot sore ini, Jumat (30/11). Posisi ini menguat 81 poin atau 0,56 persen dari kemarin sore, Kamis (29/11).

Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.339 per dolar AS atau menguat dari kemarin di Rp14.408 per dolar AS.

Di kawasan Asia, rupiah memimpin penguatan mata uang. Diikuti baht Thailand yang menguat 0,09 persen, yen Jepang 0,03 persen, renminbi China 0,02 persen, dan dolar Hong Kong 0,01 persen.


Beberapa mata uang lain di Asia bersandar di zona merah. Won Korea Selatan melemah 0,12 persen, ringgit Malaysia minus 0,1 persen, dolar Singapura minus 0,04 persen, rupee India minus 0,03 persen, dan peso Filipina minus 0,03 persen.

Sedangkan mayoritas mata uang utama negara maju justru melemah dari dolar AS. Hanya franc Swiss yang menguat 0,04 persen dari mata uang Negeri Paman Sam.

Sementara rubel Rusia melemah 0,59 persen, dolar Australia minus 0,2 persen, dolar Kanada minus 0,18 persen, euro Eropa minus 0,16 persen, dan poundsterling Inggris minus 0,04 persen.

Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi mengatakan penguatan rupiah hari ini ditopang oleh pengumuman hasil rapat bank sentral AS, The Federal Reserve.

Dalam pengumumannya, The Fed kembali mempertegas ketidakagresifannya untuk mengerek tingkat bunga acuan pada tahun depan. The Fed nampaknya hanya akan mengerek bunga sebanyak satu kali tahun depan.

"The Fed sudah mulai mendiskusikan kapan laku kenaikan bunga acuan akan dihentikan. Ini meneruskan pernyataan sebelumnya bahwa bunga acuan The Fed sudah di batas netral," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (30/11).

Kendati begitu, kenaikan bunga acuan pada Desember 2018 tetap akan berlangsung. Di sisi lain, dari dalam negeri permintaan surat utang (obligasi) tampak kian positif, sehingga menambah penguatan bagi rupiah. (uli/wis)