Pertamina Genjot Kepemilikan SPBU

CNN Indonesia | Senin, 03/12/2018 21:37 WIB
Pertamina Genjot Kepemilikan SPBU Ilustrasi. (Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina (Persero) akan membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU) di atas ruas tol yang dioperasikan oleh PT Hutama Karya (Persero) Tbk dan anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk, yaitu PT Waskita Toll Road.

Selain itu, Pertamina akan menggunakan jasa konstruksi dari Hutama Karya dan Waskita Karya untuk membangun SPBU tersebut. Kedua rencana ini disepakati dalam penandatangan Nota Kesepahaman antar ketiga pihak yang disaksikan langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.

Rini mengatakan kerja sama antara Pertamina dengan kedua perusahaan karya ini dilakukan agar BUMN minyak tersebut bisa mengejar target kepemilikan SPBU mencapai 25 persen. Sementara saat ini, total kepemilikan SPBU oleh Pertamina baru sekitar 5 persen dari total mencapai 5.000 SPBU yang tersebar di Tanah Air.



"Kami mau minimal ke depan sekitar 25 persen yang benar-benar dipunyai dan dikontrol oleh Pertamina. Itu targetnya dua tahun ke depan," ujarnya di Kementerian BUMN, Senin (3/12).

Lebih lanjut, Rini menjelaskan Pertamina sangat perlu untuk meningkatkan porsi kepemilikan SPBU di Indonesia agar jaminan distribusi BBM kepada masyarakat semakin tinggi. Khususnya, ketika terjadi kondisi mendesak, seperti bencana alam.

Hal ini, katanya, berkaca pada kejadian gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Kabupaten Donggala dan Kota Palu, Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu. Ia mengisahkan, kala itu korban bencana alam kesulitan mendapatkan pasokan BBM karena SPBU yang ada di dua lokasi bencana itu tidak beroperasi.

SPBU itu, sambungnya, tidak beroperasi lantaran dimiliki oleh individu dan swasta yang tidak memiliki beban kewajiban distribusi BBM dalam keadaan apapun, seperti halnya SPBU yang dimiliki oleh Pertamina. Oleh karenanya, ketika bencana terjadi, pemilik SPBU cenderung menutup usahanya dan mengamankan diri dari lokasi bencana.
Pertamina Genjot Kepemilikan SPBU(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.)

"Kemarin di Palu cukup susah karena mereka pergi, akhirnya kami terpaksa tunggu sampai bisa bawa dispenser dari Jawa lewat Balikpapan dan lainnya. Kalau ini milik Pertamina kan, kalau ada apa-apa tinggal minta Pertamina langsung gerak," jelasnya.

Di sisi lain, Rini bilang, Pertamina perlu meningkatkan kepemilikannya sebagai bentuk penetrasi pasar guna menyaingi para distributor BBM dari pihak luar. Misalnya, Chevron, Shell, Total, dan lainnya.

"Karena ke depan persaingan BBM semakin luas. Mereka semua bisa masuk jadi harus jaga kehadiran Pertamina di masyarakat," katanya.

Selain itu, pembangunan SPBU oleh Pertamina di beberapa ruas jalan tol juga dirasa tepat lantaran pemerintah memang sedang mengebut berbagai proyek jalan tol, baik yang ada di Sumatera, Jawa, maupun Papua. "Targetnya ini semua selesai sebelum Lebaran 2019, karena salah satu permasalahan saat mudik adalah ketersediaan BBM di tol," tuturnya.


Dalam kerja sama antara Pertamina dan Hutama Karya, perusahaan migas raksasa akan membangun SPBU di beberapa ruas jalan tol, mulai dari ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang, dan Tol Pematang Panggang-Kayu Agung.

Pembangunan juga akan dilakukan; di Tol Palembang-SP Indralaya, Tol Palembang-Tanjung Api-api, Tol Pekanbaru-Dumai, Tol Kisaran-Tebing Tinggi, dan Tol Medan-Binjai. Dari beberapa ruas jalan tol itu, rencananya akan dibangun sebanyak 20 SPBU di ruas tol yang dioperasikan oleh Hutama Karya.

Namun rencananya, baru sekitar 13 SPBU yang akan dibangun dan selesai pada April 2019. Sedangkan 7 SPBU lainnya ditargetkan selesai bertahap hingga Desember 2021.

Sementara dengan Waskita Toll Road, rencananya akan dibangun 8 SPBU di beberapa ruas tol yang dioperasikan oleh anak usaha Waskita Karya itu. Ruas tol tersebut, yaitu Tol Kanci-Pejagan, Tol Pejagan-Pemalang, dan Tol Pemalang-Batang. Kendati begitu, ketiga perusahaan belum ingin memberi rincian biaya investasi yang diperlukan.

(uli/agt)