Di Indonesia sekarang ini, gerbang tol akan ditutup jika pelintas tidak menempelkan (tap) kartu."Tapi di sana (Korea), masyarakat saat mau masuk dan tap memasuki stasiun tidak ada penghalangnya sama sekali, jadi ada pendekatan positif. Ini perlu kita terapkan, ini sistem positif yang bisa mempercepat semua hal," ujar Kepala Balitbang Kemenhub Sugihardjo dalam acara Focus Group Discussion di Hotel Borobudur Jakarta, Senin (3/12).
Sugihardjo mengungkapkan sehebat apapun teknologi tapping yang diterapkan di Indonesia tetap akan menimbulkan antrean. Pasalnya, ada jeda buka tutup setiap kali pengguna melintas di gerbang tol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sistem ini bermanfaat bagi pengguna jalan karena akan menghindari terjadinya antrean di gerbang tol. Dengan MLFF, jumlah kendaraan yang bisa dilayani gerbang tol bisa terkerek hingga 3.500 kendaraan per jam.
Dalam ketentuan tersebut jalan tol harus memenuhi delapan indikator persyaratan salah satunya aksesibilitas dengan memperhatikan lama transaksi. "Rata-rata dari semua jenis transaksi di pintu tol, waktu maksimal tidak boleh lebih dari 10 detik dan jumlah antrian kendaraan tidak boleh lebih dari 10. Hal ini masih belum tercapai untuk pintu-pintu tol yang mempunyai volume lalu lintas tinggi, " jelasnya.
Sistem MLFF diterapkan dengan memasang alat pembayaran elektronik pada kendaraan pengguna. Alat tersebut akan memancarkan sinyal tertentu yang akan dibaca oleh alat pembaca di gardu tol secara otomatis.
Saat ini, pemerintah masih mengkaji sistem teknologi MLFF yang akan diterapkan. Beberapa di antaranya Automatic Number Plate Recognition (ANPR) melalui deteksi plat nomor kendaraan, Dedicated Short Communication Range (DSCR) dengan frekuensi radio jarak pendek, Radio Frequency Identification (RFID) dengan stiker yang dipasang di kendaraan, dan Global Satelite Navigation System (GSNS) yang mendeteksi melalui data satelit yang dapat mengetahui posisi kendaraan.
"Kami belum menentukan mau pakai (sistem) yang mana," ujarnya.
Kepala Badan Usaha Pengatur Jalan Tol Herry Trisaputra Zuna menambahkan pemerintah akan melelang pengadaan sistem kepada badan usaha pelaksana transaksi tol nontunai paling cepat tahun depan. Namun, penerapan MLFF sendiri masih perlu waktu.
"Dokumen pendukung lelang atau dokumen studi masih difinalkan dengan cepat. Pada waktunya akan diumumkan lelang," ujarnya.