Saran Penghentian Proyek Kereta Cepat Hanya di Tol Japek

CNN Indonesia | Rabu, 21/11/2018 15:38 WIB
Saran Penghentian Proyek Kereta Cepat Hanya di Tol Japek Ilustrasi Proyek LRT. (Anadolu Agency/Eko Siswono Toyudho).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perhubungan menyatakan minta penghentian sementara untuk Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan Kereta Ringan (LRT) Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi tidak diberikan untuk seluruh pembangunan. Saran penghentian untuk sementara waktu diberikan untuk pembangunan proyek di  area tol Jakarta-Cikampek antara kilometer 11 sampai dengan 17.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Hengki Angkasawan mengatakan saran diberikan dengan mempertimbangkan dampak kemacetan lalu lintas yang timbul di daerah situ. Maklum saja, dalam waktu bersamaan, tiga proyek infrastruktur dibangun di Jakarta-Cikampek antara kilometer 11 sampai dengan 17. 

Proyek tersebut adalah; Tol Layang (elevated) Jakarta-Cikampek, Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, dan LRT Jabodebek. Hengki mengatakan pembangunan tiga proyek yang dilakukan secara bersama-sama telah meningkatkan kemacetan di kawasan tersebut.



"Jadi permintaan penghentian proyek hanya dilakukan di area Tol Jakarta- Cikampek di sepanjang kurang lebih 5 kilometer saja yang dianggap sering mengalami kemacetan," ujarnya dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Rabu (21/11).

Kementerian Perhubungan menyarankan agar penghentian tersebut nantinya tidak mengganggu proyek, Kementerian Perhubungan menyarankan kepada para kontraktor proyek untuk melakukan manajemen pembangunan proyek. Manajemen disarankan dilakukan dengan membangun proyek secara bergantian.

"Pada dasarnya kami minta kepada pelaksana tiga proyek ini untuk secara bergantian melakukan pengerjaan proyek di area-area yang tingkat kemacetannya tinggi dengan melakukan manajemen waktu dan lokasi. Jadi pengerjaan tiga proyek tersebut tidak dilakukan secara bersama-sama," katanya.

Tidak hanya menyarankan penghentian proyek, agar pembangunan tetap bisa jalan dan kemacetan bisa dikurangi, pemerintah juga telah menerbitkan kebijakan, salah satunya membatasi jam operasional angkutan barang golongan III, IV, V yang melintas di Tol Jakarta-Cikampek serta memberlakukan lajur khusus bus. 

(agt)