China Diperkirakan Kembali Beli Kedelai AS

Reuters, CNN Indonesia | Selasa, 04/12/2018 12:23 WIB
China Diperkirakan Kembali Beli Kedelai AS Ilustrasi kedelai. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- China diperkirakan bakal kembali membeli kedelai produksi Amerika Serikat (AS) pada 1 Januari 2019, seiring terbatasnya persediaan di Brasil. Negeri Panda ini sebelumnya memangkas impor kedelai dari AS akibat memanasnya perang dagang antara kedua negara.

DikuSekretaris Kementerian Pertanian AS Sonny Perdue mengatakan belum mengetahui pasti apakah China akan menghapus tarif atas impor kedelai AS sebagai bagian dari 'gencatan senjata' antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Argentina akhir pekan lalu.

Proyeksinya bahwa China akan kembali mengimpor kedelai memberikan harapkan pada petani AS yang menderita akibat perselisihan dagang antara kedua negara yang berdampak pada turunnya harga kedelai.



China pada tahun lalu memenuhi 60 persen kebutuhan kedelainya melalui ekspor dari AS senilai US$12 miliar. Namun, sejak meningkatnya ketegangan dengan AS, sebagian besar kebutuhan kedelai China dipenuhi dari Brasil.

"Kami tidak berpikir ada cukup pasokan kedelai di Amerika Selatan untuk membawa mereka ke tanaman baru (di) Amerika Selatan," kata Perdue.

China dan Amerika Serikat setuju untuk menahan diri dari menetapkan tarif tambahan yang akan meningkatkan perselisihan antara kedua negara.

AS mengatakan Beijing juga berjanji untuk membeli sejumlah besar lahan pertanian, energi, industri dan produk lainnya yang tidak ditentukan, dengan pembelian barang-barang pertanian.


Perdue tidak memiliki rincian terkait besar pembelian atau waktu kesepakatan, tetapi mengatakan dia mengharapkan pembelian pertanian pertama China menjadi kedelai. Menurut data USDA, ekspor kedelai AS ke China turun sekitar 45 persen hingga September tahun ini.

"Kami pikir mereka harus kembali ke pasar Amerika Serikat dan kami berharap pengumuman ini di Argentina akan memfasilitasi itu lebih cepat. China juga bisa membeli beras, unggas, gandum dan gandum AS," jelas dia.

Harga kedelai AS naik ke level tertingginya sejak Agustus pada hari Senin tetapi kemudian mengupas kenaikan karena ketidakpastian besaran transaksi baru. (agi/agi)