Kementan Incar Hasil Rp12 T dari Lahan Tidur di Sumsel

CNN Indonesia | Jumat, 07/12/2018 04:20 WIB
Kementan Incar Hasil Rp12 T dari Lahan Tidur di Sumsel Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan pihaknya berupaya membangunkan lahan tidur di Sumsel dan menanaminya dengan varietas padi baru, Inpari. Klaimnya, upaya itu bisa hasilkan Rp12 triliun. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Palembang, CNN Indonesia -- Kementerian Pertanian berupaya membangunkan lahan tidur atau tidak produktif berada di wilayah Sumatera Selatan, termasuk di kawasan rawa. Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan akan ada 500 ribu hektare lahan tidur yang dibangunkan di kawasan tersebut.

Lahan tersebut akan ditanami varietas padi baru, Inpari. Tahap pertama penanaman padi tersebut rencananya dilakukan pada 200 ribu hektare lahan. Jika penanaman tahap pertama sukses, pihaknya akan melanjutkan proyek ke 300 ribu lahan sisa.

"Bibit Inpari ini varietas padi baru yang cocok untuk daerah rawa. Sudah diteliti, Sumsel dan Kalsel jadi pilot project lokasi penanaman di lahan seluas 41.000 hektar," ujar dia di Pelambang, Kamis (6/12).


Dibandingkan dengan varietas padi sebelumnya, produksi padi inpari bisa meningkat tiga kali lipat, dari dua menjadi enam ton beras per hektare pada setiap panen. Pendapatan petani yang dihasilkan dari menjual beras itu pun, diklaim Mentan, bisa naik hingga Rp12 triliun.

"Setahun bisa tiga kali panen. Di lahan sawah itu pun bisa tumpang sari dengan menanam sayur mayur lain, mengembangbiakkan ayam, ikan, dan lainnya. Ini rencana besar dan perintah langsung Presiden," kata dia.


Amran mengatakan, koperasi petani yang dibantu dalam program bertajuk Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) itu akan dijalankan layaknya korporasi. Pengembangan program Serasi tersebar di Kabupaten Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ilir (OKI).

Untuk mendukung optimalisasi sawah rawa tersebut, Amran berujar, Kementan telah menyediakan berbagai bantuan baik berupa fasilitas infrastruktur, saran dan alat mesin pertanian. "Program yang dikembangkan ini adalah wujud pertanian modern, berbeda dengan tradisional, jadi yang ini full mekanisasi. Ada pompanisasi serta tak kalah penting adalah manejemen usaha dari koperasi menjadi korporasi," ujarnya.
Kementan Incar Hasil Rp12 T dari Lahan Tidur di Sumsel(CNN Indonesia/Safir Makki)

Sementara itu Dirjen Tanaman Pangan Kementan Gatot Irianto mengatakan pihaknya memberi waktu kepada kelompok tani [Koptan] dan gabungan kelompok tani [Gapoktan] di daerah untuk mengembangkan usaha bersama dalam kurun satu tahun. Kementan akan memberikan bantuan berupa eskavator, dryer, pompa, combine harvester, benih, dan dolomit.

"Tinggal minta peran pemda saja untuk narik listrik ke lokasi, BBM-nya. Pemprov juga siapkan SID karena yang lainnya sudah kami sediakan," katanya.

Ia melanjutkan pada tahun kedua hingga ketiga para petani ditarget dapat membentuk perusahaan terbatas (PT) di mana petani menjadi pemegang saham Layaknya sebuah PT, model bisnis ini juga memuat struktur organisasi dengan pucuk pimpinan general manager. Biaya untuk honor GM dan tenaga lapangan serta SDM lain bakal diambil dari hasil usaha tani. 


(idz/agt)