Jokowi: Kontribusi Ekonomi Digital ke PDB Bisa 8,5 Persen

CNN Indonesia | Jumat, 07/12/2018 11:19 WIB
Jokowi: Kontribusi Ekonomi Digital ke PDB Bisa 8,5 Persen Presiden Jokowi optimistis kontribusi ekonomi digital terhadap PDB tahun ini mencapai 8,5 persen atau lebih tinggi dari realisasi tahun lalu, yaitu 7,3 persen. (CNN Indonesia/Christie Stefanie).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis kontribusi ekonomi digital terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tahun ini bisa mencapai 8,5 persen. Proyeksi ini lebih tinggi dibandingkan realisasinya pada tahun lalu, yakni 7,3 persen.

Jokowi cukup semringah, mengingat pertumbuhan kontribusi ekonomi digital terhadap PDB diperkirakan tembus 16,44 persen. Padahal, pertumbuhan ekonomi RI secara keseluruhan cuma meningkat di kisaran 5 persen hingga akhir tahun nanti.

"Tahun 2018, kontribusi ekonomi digital ke PDB bisa mencapai 8,5 persen. Alhamdulillah, ini lompatan yang cukup bagus. Apalagi, sebagian besar ekonomi digital banyak bergerak di bidang sociopreneur," ujarnya di Balai Kartini, Jumat (7/12).


Menurut Jokowi, pertumbuhan ekonomi digital menjadi tren di hampir seluruh negara di dunia. Mengutip riset McKinsey Global Institute bahwa 10 persen PDB dunia berasal dari ekonomi digital pada 2016 lalu.

Ia juga mengutip riset Oxford yang menyebut bahwa besaran ekonomi digital dunia pada tahun lalu sudah mencapai US$11,5 triliun atau 15,5 persen dari PDB dunia. Bahkan, pada 2025 mendatang, ekonomi digital bisa menyentuh US$23 triliun atau 24 persen dari PDB dunia.

"Kalau itu dirupiahkan, silahkan hitung sendiri berapa besarannya," imbuh Jokowi.


Jokowi meyakini sektor ekonomi digital Indonesia akan berkembang cukup pesat. Hal tersebut sudah dirasakan saat ini.

Ia mencontohkan empat dari tujuh perusahaan rintisan dengan kelas Unicorn di Asia Tenggara berasal dari Indonesia, yakni Go-Jek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka.

Adapun, perusahaan rintisan berkelas unicorn menandakan bahwa valuasi aset masing-masing perusahaan itu sudah di atas US$1 miliar.


"Saya juga ingin lebih banyak unicorn yang lahir di Indonesia, yaitu dengan mengekspor teknologinya ke negara-negara lain, intervensi ke negara-negara lain. Kemarin saya senang waktu Go-Jek buka Go-Viet di Vietnam. Saya dengar lagi katanya mau buka di Singapura, namanya Go-Sing. Mungkin ya namanya seperti itu, saya menebak-nebak saja," tandasnya.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memperkirakan kontribusi ekonomi digital terhadap PDB bisa mencapai US$130 miliar. Dengan proyeksi PDB Indonesia mencapai US$1,2 triliun pada tahun itu, maka kontribusi ekonomi digital bisa mencapai 11 persen dari PDB Indonesia.

"Dan itu bahkan lebih besar dibandingkan ukuran-ukuran ekonomi beberapa negara di Asia Tenggara lainnya," terang Rudiantara.


(glh/bir)