Tahun Depan, Jokowi Minta Seluruh K/L Punya Program SDM

CNN Indonesia | Rabu, 05/12/2018 17:48 WIB
Tahun Depan, Jokowi Minta Seluruh K/L Punya Program SDM Presiden Joko Widodo meminta seluruh kementerian memiliki program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo meminta seluruh kementerian memiliki program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Ini merupakan bagian dari rencana yang ingin fokus di sektor SDM pada tahun keempat pemerintahan Kabinet Kerja, setelah fokus menggarap infrastruktur.

Program pengembangan SDM ini tentu saja tercermin pula dalam alokasi anggaran Kementerian dan Lembaga (K/L) tahun depan. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019, belanja K/L tercatat mencapai Rp855,4 triliun, salah satunya digunakan untuk investasi di bidang pendidikan. 

Khusus dana pendidikan, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp492,5 triliun pada 2019, nilai itu meningkat 13,2 persen dari anggaran 2018 senilai Rp457,9 triliun


"Seperti yang saya sampaikan dalam rapat terbatas maupun paripurna, pada 2019 kami akan melakukan pergeseran strategi untuk masuk ke pembangunan SDM secara besar-besaran. Semua menteri harus memasukkan program ini sebanyak-banyaknya di rencana kerja," jelas Jokowi saat membuka sidang kabinet paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (5/12).


Ia juga bilang, beberapa program terkait pembinaan SDM di beberapa kementerian harus sudah mulai dilakukan awal tahun depan. Contohnya, program balai latihan di 1.000 pondok pesantren yang rencananya diinisasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

Selain itu, ia juga meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan sertifikasi teknis lebih awal.

"Saya juga minta Kementerian Pertanian untuk mengirim beberapa ratus Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk training ke luar negeri. Hubungan Kementan dan Taiwan sudah bagus, di sana sisi pertanian juga cukup bagus," katanya.


Jika program-program ini berjalan cepat, ia berharap pemerintah bisa menetapkan strategi berikutnya kalau ternyata program ini tak sesuai harapan.

"Pertengahan tahun akan kami evaluasi mana yang bagus untuk upgrading skill (pembaruan keahlian) dan meningkatkan produktivitas," jelas Jokowi. (glh/lav)