Rupiah Menguat, Cadangan Devisa November Naik US$2 Miliar

CNN Indonesia | Jumat, 07/12/2018 15:05 WIB
Rupiah Menguat, Cadangan Devisa November Naik US$2 Miliar Ilustrasi cadangan devisa. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir November sebesar US$117,2 miliar pada akhir November 2018. Posisi ini meningkat US$2 miliar dibandingkan posisi akhir bulan lalu yang mencapai US$115,2 miliar.

Direktur Departemen Komuikasi BI Junanto Herdiawan menjelaskan peningkatan cadangan devisa terutama berasal dari penerimaan devisa migas, penarikan utang luar negeri (ULN) pemerintah, dan penerimaan devisa lainnya. Penerimaan tersebut lebih besar dari kebutuhan devisa untuk pembayaran ULN pemerintah.


"Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor." ujar Junanto dalam keterangan resmi, (7/12).


Cadangan devisa tersebut, menurut dia, mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.


"BI memandang cadangan devisa ke depan tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik, serta kinerja ekspor yang tetap positif," jelas dia.

Sepanjang bulan November, nilai tukar rupiah bergerak menguat. Berdasarkan data perdagangan di pasar spot, nilai tukar rupiah menguat dari kisaran Rp15.200 per dolar AS pada akhir Oktober ke kisaran Rp14.300 di akhir November.  (agi/agi)